Hamas Bantah Klaim Israel Terkait Kantor di Gedung Associated Press Gaza

    Fajar Nugraha - 11 Juni 2021 11:11 WIB
    Hamas Bantah Klaim Israel Terkait Kantor di Gedung Associated Press Gaza
    Serangan udara Israel menghancurkan menara al-Jalaa yang menampung sejumlah kantor media internasional di Gaza pada Sabtu, 15 Mei 2021. Foto: AFP



    Gaza: Hamas membantah klaim Israel bahwa mereka memiliki kantor di Menara Al-Jalaa. Gedung itu juga menampung organisasi berita Amerika Serikat (AS), Associated Press dan Al Jazeera.

    "Israel berusaha menutupi citra hitamnya dan menutupi kejahatannya terhadap warga sipil di Jalur Gaza yang terkepung,” ujar Juru Bicara Hamas, Hazem Qasem, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat 11 Juni 2021.

     



    Baca: Menara Kantor Media Internasional di Gaza Hancur Diserang Israel.

    Ini terjadi satu hari setelah eksekutif AP bertemu dengan Duta Besar Israel untuk Washington dan PBB Gilad Erdan. Saat pertemuan, Erdan  mengklaim bahwa Israel mengebom dan menghancurkan gedung 12 lantai itu karena termasuk kantor Hamas yang digunakan untuk "mengembangkan sistem pengacak atau jamming elektronik untuk digunakan melawan sistem pertahanan Kubah Besi atau Iron Dome.”

    "Pihak berwenang Israel menyatakan bahwa gedung yang menampung biro kami dihancurkan karena kehadiran Hamas yang merupakan ancaman mendesak. Kami belum menerima bukti untuk mendukung klaim ini," kata AP dalam sebuah pernyataan.

    "AP terus menyerukan pembebasan penuh mengenai bukti apa pun yang dimiliki Israel sehingga faktanya terbuka untuk umum," tambah AP.

    Beberapa hari yang lalu, Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum menjawab klaim Israel dalam hal ini dengan mengatakan: "Kami benar-benar menyangkal klaim pendudukan Israel bahwa Hamas memiliki kantor di Menara Al-Jalaa."

    "Kami menekankan bahwa ini adalah klaim palsu dan upaya untuk membenarkan kejahatan menargetkan fasilitas sipil yang mencakup kantor media untuk saluran internasional seperti Al Jazeera dan Associated Press, selain apartemen tempat tinggal,” tegasnya.

    "Menargetkan Menara Al-Jalaa merupakan bagian dari serangkaian kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap warga sipil. Ini seperti menargetkan rumah, lingkungan perumahan dan lembaga sipil,” ungkapnya.

    Gedung tersebut menjadi bagian yang rata dengan tanah, saat serangan udara 11 hari Israel ke Gaza. Para jurnalis yang berada di gedung itu hanya diberi waktu satu jam untuk melakukan evakuasi sebelum diserang.

    Pengeboman yang dilakukan Israel berlangsung mulai 10 Mei dan berhenti usai disepakati gencatan senjara pada 21 Mei.

    Sebanyak 256 orang warga Palestina meninggal dalam serangan Israel itu. Sedangkan korban tewas di kalangan Israel mencapai 13 orang.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id