comscore

Militer Sudan Akan Kembalikan Kekuasaan ke PM Abdalla Hamdok

Willy Haryono - 21 November 2021 17:05 WIB
Militer Sudan Akan Kembalikan Kekuasaan ke PM Abdalla Hamdok
PM Sudan Abdalla Hamdok. (AFP)
Khartoum: Militer Sudan akan mengembalikan kekuasaan ke Perdana Menteri Abdalla Hamdok setelah tercapainya sebuah kesepakatan dengan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Kabar disampaikan sejumlah mediator pada Minggu, 21 November 2021.

Jenderal Burhan, tokoh di balik kudeta Sudan bulan lalu, juga sepakat untuk membebaskan sejumlah tahanan sipil di bawah kesepakatan yang tercapai pada pagi hari ini.
"Sebuah perjanjian politik telah tercapai antara Jenderal Burhan, Abdalla Hamdok, kekuatan polisi dan organisasi masyarakat sipil," kata mediator senior Sudan, Fadlallah Burma kepada awak media.

"Nantinya, Handok akan kembali ke posisinya yang juga disertai pembebasan sejumlah tahanan poltiik," lanjutnya, dikutip dari The National.

Beberapa mediator lainnya juga merilis pernyataan serupa, mengonfirmasi tercapainya sebuah kesepakatan politik antara Jenderal Burhan dan Hamdok.

Sejak terjadinya kudeta Sudan pada 25 Oktober, Jenderal Burhan mengaku tidak pernah berseteru dengan Hamdok Ia mengaku telah mengapresiasi program reformasi fiskal Hamdok yang mulai memperlihatkan hasil positif dan berhasil menekan laju inflasi yang sempat mencapai 400 persen.

Mengenai kudeta, Jenderal Burhan mengaku hanya ingin mencegah terjadinya perang sipil. Ia melabeli kudeta yang dilakukannya sebagai "koreksi" terhadap pemerintahan transisi usai tergulingnya diktator Omar al-Bashir di tahun 2019.

Baca:  Bentrokan Baru Guncang Sudan Usai 15 Orang Tewas Ditembak

Bashir digulingkan militer usai terjadinya aksi unjuk rasa selama berbulan-bulan di Sudan. Setelah Bashir terguling, Sudan dijalankan pemerintahan transisi yang terdiri dari elemen militer dan sipil.

Kudeta Sudan terjadi pada 25 Oktober, yang mendapat kecaman luas di dalam dan luar negeri. Amerika Serikat dan banyak donor lainnya menghentikan aliran bantuan ke Sudan akibat kudeta tersebut.

Setidaknya 40 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi protes menentang kudeta Sudan.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id