Qatar Belum akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

    Willy Haryono - 16 September 2020 15:03 WIB
    Qatar Belum akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
    Bendera raksasa Qatar dibentangkan dalam sebuah festival pada 2013. (Foto: AFP)
    Doha: Qatar mengaku belum akan bergabung dengan negara-negara Teluk lainnya dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Qatar ingin isu Palestina diselesaikan terlebih dahulu sebelum adanya perjanjian normalisasi.

    "Kami tidak merasa normalisasi adalah inti dari konflik (Timur Tengah), sehingga hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai jawaban," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Lolowah Alkhater.

    "Inti dari konflik ini adalah kondisi buruk kehidupan masyarakat Palestina, yang hidup tanpa negara dan berada di bawah pendudukan (Israel)," sambungnya, dikutip dari laman Yeni Safak, Rabu 16 September 2020.

    Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, pada Selasa 15 September. Presiden AS Donald Trump menyebut normalisasi ini sebagai awal dari "fajar di Timur Tengah yang baru."

    Menurut Trump, ada sekitar 7 hingga 9 negara lagi yang akan mengikuti jejak UEA dan Bahrain. Ia tidak menyebutkan negara-negara apa saja, hanya mengatakan bahwa salah satunya adalah Arab Saudi.

    Perjanjian normalisasi Israe-UEA-Bahrain memicu kecaman keras dari Palestina. Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas menegaskan, perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah terwujud selama Israel masih menduduki Palestina.

    Palestina menilai normalisasi hanya mempersulit upaya mereka dalam mencapai kemerdekaan dan mendirikan negara berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Namun UEA dan Bahrain justru berkukuh bahwa normalisasi ini dilakukan tanpa mengesampingkan perjuangan Palestina.

    Pada 2017, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir telah memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Lewat pemutusan diplomatik, negara-negara itu memblokade akses darat, laut, dan udara menuju Qatar.

    Keempat negara menuduh Qatar mendukung sejumlah grup teroris, sebuah tuduhan yang dibantah keras Doha. Qatar menilai pemutusan hubungan diplomatik yang dipimpin Saudi itu merupakan pelanggaran internasional.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id