Imbas Ledakan, Pekerja Pelabuhan Beirut Dihukum Tahanan Rumah

    Fajar Nugraha - 06 Agustus 2020 16:10 WIB
    Imbas Ledakan, Pekerja Pelabuhan Beirut Dihukum Tahanan Rumah
    Pelabuhan Beirut, Lebanon yang hancur akibat ledakan pada 4 Agustus 2020. Foto: AFP
    Beirut: Pemerintah Lebanon memutuskan untuk menempatkan semua petugas pelabuhan yang terlibat dalam pengawasan gudang sejak 2014, sebagai tahanan rumah. Hal ini dilakukan setelah Dewan Pertahanan Nasional untuk mengumumkan keadaan darurat di Beirut setelah ledakan mematikan pada Selasa 4 Agustus 2020.

    “Sidang yang diadakan di Istana Kepresidenan Baabda untuk menempatkan semua petugas terkait di pelabuhan sebagai tahanan rumah. Terutama mereka yang bertanggung jawab atas gudang pelabuhan yang memeriksa bahan peledak sejak 2014,” keputusan Pemerintah Lebanon, seperti dikutip Yeni Safak, Kamis 6 Agustus 2020.

    Baca: Perbedaan Kondisi Beirut Sebelum dan Sesudah Ledakan Dahsyat.

    Sementara Menteri Penerangan Lebanon Manal Abdelsamad mengatakan, keadaan darurat akan berlangsung selama dua minggu terhitung mulai 4 Agustus dengan kemungkinan diperpanjang.

    “Keamanan ibu kota akan berada di bawah otoritas dan tanggung jawab militer Lebanon di mana semua aparat keamanan akan beroperasi di bawah arahan otoritas militer,” jelasnya.

    Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi mengatakan bahwa penyelidikan ledakan itu akan transparan dan berlangsung selama lima hari. Mereka yang dianggap terlibat atas ledakan itu akan dimintai pertanggungjawaban.

    Beirut dan pinggiran kota sekitarnya diguncang pada Selasa oleh ledakan besar yang menyebabkan sedikitnya 137 orang tewas dan hampir 5.000 lainnya luka-luka. Setelah ledakan itu, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu sebagai hari berkabung nasional.

    Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab ledakan yang menewaskan sedikitnya 137 orang pada Kamis dan melukai sedikitnya 5.000 lainnya. Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan, 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang yang meledak itu.

    Rakyat Lebanon menunjukkan kemarahan atas ledakan yang terjadi. Mereka menilai pemerintah lalai dalam melakukan pengawasan terhadap bahan kimia berbahaya.

    Baca: Amarah Warga Beirut Atas Kelalaian Berujung Ledakan Maut.

    Sebelumnya rakyat Lebanon rajin turun ke jalan mendemo pemerintah yang diwarnai dengan korupsi. Terkait ledakan ini, rakyat menilai pemerintah seperti sengaja membunuh warganya sendiri.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id