comscore

Jaringan Media Al Jazeera akan Bawa Kasus Kematian Jurnalisnya ke ICC

Marcheilla Ariesta - 27 Mei 2022 11:12 WIB
Jaringan Media Al Jazeera akan Bawa Kasus Kematian Jurnalisnya ke ICC
Al Jazeera akan bawa kasus kematian Shireen Abu Akleh ke ICC./AFP
Den Haag: Jaringan media Al Jazeera mengumumkan telah menugaskan tim hukum untuk merujuk penyelidikan pembunuhan jurnalisnya, Shireen Abu Akleh ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag.

Dalam sebuah pernyataan, jaringan tersebut mengatakan, telah membentuk koalisi internasional yang terdiri dari tim hukumnya bersama dengan para ahli internasional. Mereka sedang mempersiapkan berkas pembunuhan Shireen untuk diajukan ke jaksa ICC.
Al Jazeera mengatakan, pengajuannya ke ICC juga akan mencakup pengeboman Israel dan penghancuran total kantor Al Jazeera di Gaza pada Mei tahun lalu. 

Menurut mereka, serangan terus-menerus dilakukan Israel terhadap jurnalis Al Jazeera yang bekerja di wilayah Palestina. Al Jazeera menambahkan, pembunuhan atau serangan fisik terhadap jurnalis yang bekerja di zona perang atau wilayah pendudukan adalah kejahatan perang berdasarkan Pasal 8 Piagam Pengadilan Kriminal Internasional.

"Jaringan media Al Jazeera mengutukan pembunuhan rekan kami, Shireen Abu Akleh yang bekerja dengan kami selama 25 tahun sebagai jurnalis profesional, yang meliput konflik di wilayah Palestina yang diduduki," kata jaringan tersebut, dikutip oleh Israel National News, Jumat, 27 Mei 2022.

Baca juga: Penyelidikan Palestina: Tentara Israel Sengaja Menembak Shireen Abu Akleh

"Kami bersumpah untuk mengikuti setiap jalan mencapai keadilan bagi Shireen, dan memastikan mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhannya dibawa ke pengadilan dan dimintai pertanggungjawaban di semua peradilan internasional dan platform hukum serta pengadilan," sambung mereka.

Shireen tewas dalam bentrokan antara tentara Israel dengan pasukan pembela Arab Palestina di Jenin awal bulan ini. Sebelumnya, jaksa penuntut Palestina Akram Khatib merilis temuan penyelidikan atas kematian Shireen, dan mengklaim bahwa dia ditembak oleh pasukan IDF.

"IDF memiliki pandangan yang jelas dan langsung tentang lokasi para jurnalis di Jenin, pada saat penembakan jurnalis Shireen Abu Aqleh," kata Khatib.

Shireen dan jurnalis lain yang bersamanya mengenakan perlengkapan yang dengan jelas menandai mereka sebagai anggota pers, dan bahwa dia ditembak ketika dia mencoba melarikan diri dari tembakan IDF.

Israel menyatakan, mungkin saja seorang tentara IDF secara tidak sengaja menembak Shireen. Namun, juga mungkin bahwa dia ditembak oleh militan Palestina yang terlibat dalam baku tembak dengan pasukan IDF pada saat itu dan menembak dengan liar.

Menurut mereka, tanpa akses ke peluru yang membunuhnya, tidak mungkin untuk mengetahui pihak mana yang melepaskan tembakan. PA telah menolak permintaan Israel untuk meluncurkan penyelidikan bersama untuk menyelidiki insiden tersebut.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id