comscore

Turki Akhirnya Dukung Finlandia dan Swedia Bergabung NATO

Fajar Nugraha - 29 Juni 2022 05:39 WIB
Turki Akhirnya Dukung Finlandia dan Swedia Bergabung NATO
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu Perdana Menteri Swedia Magdalena Anderssen di Madrid, Spanyol. Foto: AFP
Madrid: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencabut penolakannya terhadap upaya Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Keputusan pada Selasa 28 Juni 2022 itu muncul menyusul pembicaraan genting dengan para pemimpin kedua negara Nordik di Madrid, Spanyol.

Erdogan sebelumnya keras kepala menolak untuk memberi lampu hijau aplikasi dari pasangan Nordik yang diajukan sebagai tanggapan atas perang Rusia di Ukraina. Penolakan dilakukan Erdogan, meskipun ada seruan dari sekutu NATO-nya untuk membuka jalan bagi mereka untuk masuk.
Turki pada dasarnya dapat memveto Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO karena semua anggota harus setuju untuk menerima anggota baru.
 
Baca: Pemimpin NATO Desak Erdogan Cabut Hak Veto Finlandia dan Swedia.


Namun Selasa malam, kantor Erdogan mengatakan telah setuju untuk mendukung keinginan mereka untuk bergabung, dengan mengatakan bahwa Ankara telah "mendapatkan apa yang diinginkannya".

"Turki telah membuat keuntungan yang signifikan dalam perang melawan organisasi teroris," kata Kantor Kepresidenan Turki, menjelang pertemuan puncak NATO di Madrid, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Juni 2022.

Ankara menuduh Finlandia dan terutama Swedia menawarkan tempat berlindung yang aman bagi gerilyawan Kurdi yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun melawan negara Turki.

Kedua negara Nordik juga sepakat untuk mencabut embargo mereka atas pengiriman senjata ke Turki, yang diberlakukan sebagai tanggapan atas serangan militer Ankara tahun 2019 ke Suriah.

Sementara menurut Finlandia, Turki telah menandatangani sebuah memorandum dengan Finlandia dan Swedia pada Selasa yang mendukung undangan bagi negara-negara Nordik untuk menjadi anggota NATO.

Mengatasi kekhawatiran Turki

Langkah itu dilakukan setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menengahi pembicaraan di Madrid antara Erdogan dan para pemimpin Swedia dan Finlandia.

"Saya senang mengumumkan bahwa kami sekarang memiliki kesepakatan yang membuka jalan bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO," ucap Stoltenberg.

“Perjanjian itu mengatasi keprihatinan Turki, termasuk seputar ekspor senjata, dan perang melawan terorisme," tambahnya.

Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson pada Selasa memuji "kesepakatan yang sangat baik" dengan Turki tetapi bersikeras Swedia tidak membuat terlalu banyak konsesi kepada Erdogan.

"Mengambil langkah selanjutnya menuju keanggotaan penuh NATO tentu saja penting bagi Swedia dan Finlandia. Tapi itu juga merupakan langkah yang sangat penting bagi NATO, karena negara kita akan menjadi penyedia keamanan di dalam NATO," kata Andersson kepada AFP dalam sebuah wawancara.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga menyambut baik kesepakatan tersebut.

"Keanggotaan Swedia dan Finlandia akan membuat aliansi brilian kami lebih kuat dan lebih aman," tulis Johnson di Twitter.

Swedia dan Finlandia menghadiri pertemuan NATO terbuka dengan kemungkinan bahwa Turki hanya akan mencabut keberatannya setelah KTT berakhir pada Kamis.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id