Presiden Baru Iran Dinilai Tidak akan Berkompromi dengan Israel

    Marcheilla Ariesta - 21 Juni 2021 16:06 WIB
    Presiden Baru Iran Dinilai Tidak akan Berkompromi dengan Israel
    Kehadiran Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran membuat Israel ketar-ketir. Foto: AFP



    Jakarta: Ebrahim Raisi telah terpilih sebagai Presiden Iran yang baru. Namun, kehadiran Raisi di kursi kepemimpinan Iran, nampaknya membuat Israel ketar-ketir.

    Israel terlihat langsung bereaksi dengan mempersiapkan serangan untuk Iran. Tak hanya itu, Negeri Zionis itu juga 'menghasut' Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekatnya agar berhati-hati dengan Raisi.

     



    Baca: Ebrahim Raisi Terpilih sebagai Presiden Iran, Israel Siapkan Serangan.

    "Ebrahim Raisi berasal dari kelompok konservatif di Iran. Dia akan lebih tegas terhadap musuh-musuh Iran saat ini seperti Amerika Serikat dan Israel," kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia, Yon Machmudi kepada Medcom.id, Senin, 21 Juni 2021.

    "Tentu Israel menganggap pemerintahan baru ini akan menjadi ancaman serius," imbuhnya.

    Menurut Yon, Raisi akan menunjukkan sikap tidak kenal kompromi dengan Israel. Ia menilai hubungan Teheran dengan Tel Aviv akan semakin memanas ke depannya.

    "Ancaman Israel untuk menyerang Iran tidak akan menyurutkan kebijakan permusuhan Iran terhadap Israel," terang Yon.

    Yang terbaru, para pejabat keamanan pemerintahan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett percaya Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi akan mengadopsi pandangan garis keras Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pandangan ini khususnya mengenai kebijakan luar negeri dan nuklir.
     
    Jajaran di pemerintahan Bennett pun menilai bahwa Israel harus sekali lagi menyiapkan rencana untuk berpotensi menyerang fasilitas nuklir militer Iran.

    "Tidak akan ada pilihan (sekarang) selain kembali dan menyiapkan rencana serangan untuk program nuklir Iran. Ini akan membutuhkan anggaran dan realokasi sumber daya," ucap salah seorang pejabat senior Israel.

    Sementara itu, pekan ini Iran mengumumkan telah mengumpulkan 6,5 kilogram uranium yang diperkaya dengan kemurnian 60 persen dan 108 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 20 persen dalam lima bulan. Uranium yang diperkaya ke level tersebut dapat relatif mudah untuk diperkaya lebih lanjut ke level senjata dengan kemurnian 90 persen.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id