comscore

Israel Perintahkan Penyelidikan Serangan di Pemakaman Shireen Abu Akleh

Fajar Nugraha - 15 Mei 2022 08:45 WIB
Israel Perintahkan Penyelidikan Serangan di Pemakaman Shireen Abu Akleh
Warga Palestina diserang polisi Israel saat membawa peti jenazah Shireen Abu Akleh. Foto: AFP
Tel Aviv: Kepala polisi Israel pada Sabtu memerintahkan penyelidikan atas tindakan petugas di pemakaman jurnalis Shireen Abu Akleh. Para anggota polisi itu menyerang pelayat yang membawa peti jenazah Abu Akleh dan warga sekitar, yang memicu kemarahan global.

Ribuan pelayat memadati Kota Tua Yerusalem pada Jumat 13 Mei 2022 untuk pemakaman reporter Al Jazeera yang berusia 51 tahun itu. Warga negara Palestina-Amerika itu tewas dua hari sebelumnya ditembak pasukan Israel di Tepi Barat.
Baca: Satu Suara, DK PBB Kutuk Pembunuhan Jurnalis Palestina.

Tayangan televisi menunjukkan para pengusung jenazah berjuang untuk menjaga peti mati Abu Akleh agar tidak jatuh ke tanah ketika polisi yang memegang tongkat turun ke arah mereka, mengambil bendera Palestina.

"Komisaris polisi Israel berkoordinasi dengan menteri keamanan publik telah menginstruksikan agar penyelidikan dilakukan atas insiden tersebut," kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The National.

“Mereka telah mengoordinasikan pengaturan pemakaman dengan keluarga jurnalis tetapi perusuh mencoba menyabotase upacara dan melukai polisi," dalih komisaris polisi itu.

"Seperti halnya insiden operasional, dan tentu saja insiden di mana petugas polisi terkena kekerasan oleh perusuh dan di mana kekuatan kemudian digunakan oleh polisi. Polisi Israel akan menyelidiki peristiwa yang terjadi selama pemakaman," tambahnya.

Namun Antoun Abu Akleh, saudara laki-laki jurnalis yang terbunuh itu mengatakan, "tidak ada kesepakatan antara kami dan polisi," yang menanyakan kepada keluarga berapa banyak orang yang diperkirakan menghadiri pemakaman.

"Kami memberi mereka jumlah peserta dan jalur pemakaman dan inilah yang terjadi," katanya kepada AFP.

"Kami mengatakan kepada polisi bahwa ini adalah pemakaman nasional dan bukan pemakaman untuk keluarga Abu Akleh, tetapi pemakaman untuk semua orang Palestina,” sebut Antoun Abu Akleh.

Kecaman telah mengalir, yang terbaru datang pada Sabtu ketika kementerian luar negeri Spanyol, dalam sebuah tweet, menyebut "benar-benar tidak dapat diterima" adegan yang menunjukkan "penggunaan kekerasan yang tidak proporsional oleh polisi Israel" di pemakaman.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengungkapkan keterkejutan yang mendalam "bahwa upacara pemakaman tidak dapat diadakan dengan damai dan bermartabat".

Yayasan mendiang Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian mengatakan, “polisi menyerang pengusung jenazah itu sangat mengingatkan pada kebrutalan selama pemakaman aktivis antiapartheid”.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan, “AS sangat terganggu melihat gambar polisi Israel mengganggu prosesi pemakamannya".

Uni Eropa mengutuk apa yang dikatakannya sebagai "kekuatan yang tidak perlu" oleh para petugas.

Abu Akleh, seorang reporter yang sangat dihormati, ditembak di kepala pada Rabu di dekat kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat utara. Dia mengenakan helm dan rompi antipeluru bertanda ‘Press’ atau ‘Pers’.

Pada Sabtu, Presiden Palestina Mahmud Abbas memberinya medali anumerta pada sebuah upacara di Ramallah.

Tentara Israel mengatakan penyelidikan sementara tidak dapat menentukan siapa yang menembakkan peluru fatal itu, mereka tetap bersikeras peluru yang menewaskan Abu Akleh berasal dari Palestina. Padahal berdasarkan saksi mata, tidak ada pertempuran apapun di lokasi kematian Abu Akleh dan peluru berasal penembak jitu Israel.

Penuntut umum Palestina mengatakan penyelidikan awal menunjukkan "satu-satunya asal penembakan adalah pasukan pendudukan Israel".

Sementara kedua pihak saling menyalahkan, Dewan Keamanan PBB dalam pernyataan bulat yang jarang terjadi, mengutuk pembunuhan itu dan menyerukan "penyelidikan segera, menyeluruh, transparan, dan tidak memihak," kata para diplomat.

Amerika Serikat, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lainnya telah mendukung seruan untuk penyelidikan penuh atas pembunuhannya. Israel telah menyerukan penyelidikan bersama yang ditolak oleh Otoritas Palestina.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id