Sudan Selatan Konfirmasi Kasus Perdana Covid-19

    Willy Haryono - 06 April 2020 12:45 WIB
    Sudan Selatan Konfirmasi Kasus Perdana Covid-19
    Wakil Presiden Pertama Sudan Selatan Riek Machar. (Foto: AFP)
    Juba: Pemerintah Sudan Selatan mengonfirmasi kemunculan kasus perdana virus korona (covid-19). Sudan Selatan menjadi negara ke 51 di benua Afrika yang mengonfirmasi kemunculan covid-19.

    Wakil Presiden Pertama Sudan Selatan Riek Machar mengonfirmasi bahwa pasien perdana covid-19 di negaranya adalah staf PBB. Pasien tiba di Sudan Selatan dari Belanda pada 28 Februari lalu.

    Pasien tersebut, yakni perempuan berusia 29 tahun, menunjukkan gejala awal covid-19 pada 2 April. Otoritas Sudan Selatan mengatakan, pasien tersebut sudah mulai berangsur pulih.

    Sudan Selatan merupakan salah satu negara di Afrika yang rentan terhadap pandemi apapun, termasuk covid-19. Saat ini, Sudan Selatan hanya memiliki empat ventilator, alat medis yang dipakai untuk membantu pasien dengan gangguan pernapasan.

    Dalam perang melawan covid-19 di kancah global, ventilator memainkan peranan penting karena dapat menjadi penentu hidup matinya pasien covid-19.

    Machar bertekad ingin menambah jumlah ventilator di Sudan Selatan. Sembari mengupayakan hal tersebut, ia meminta semua warga Sudan Selatan untuk selalu menjaga jarak sosial atau social distancing selama pandemi covid-19.

    "Satu-satunya vaksin saat ini adalah social distancing," tutur Machar, dikutip dari Time, Senin 6 April 2020.

    Saat ini pasien pertama covid-19 di Sudan Selatan sedang dikarantina di kompleks PBB. Sementara otoritas kesehatan Sudan Selatan terus melacak siapa-siapa saja yang mungkin telah melakukan kontak dengan pasien tersebut.

    David Shearer, kepala misi PBB untuk Sudan Selatan, berharap pelacakan kontak dapat berjalan mulus demi mencegah meluasnya penyebaran covid-19.

    Pekan kemarin, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah memberlakukan aturan jam malam, mulai dari pukul 20.00 hingga 06.00, selama enam pekan ke depan. Ia juga telah menutup sejumlah perbatasan, bandara, sekolah, gereja, dan masjid.

    Kini hanya ada tiga negara tersisa di benua Afrika yang masih terhindar dari ancaman covid-19. Ketiganya adalah Lesotho, Comoros dan Sao Tome and Principe.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id