Meski Bermusuhan, Israel Tawarkan Bantuan ke Lebanon

    Willy Haryono - 05 Agustus 2020 09:54 WIB
    Meski Bermusuhan, Israel Tawarkan Bantuan ke Lebanon
    Kerusakan di area Gemmayzeh di Beirut, Lebanon, akibat ledakan dahsyat di area pelabuhan kota tersebut pada Selasa 4 Agustus 2020. (Foto: AFP/Getty)
    Tel Aviv: Israel menawarkan bantuan kemanusiaan kepada Lebanon yang diguncang ledakan dahsyat pada Selasa 4 Agustus. Bantuan ditawarkan meski Israel dan Lebanon secara teknis masih dalam status berperang.

    Ledakan di Pelabuhan Beirut, yang diduga berasal dari sebuah gudang berisi banyak bahan kimia, telah menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai 4.000 lainnya.

    "Mewakili Negara Israel, Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi menawarkan bantuan medis dan kemanusiaan melalui mediator internasional," ujar pernyataan resmi dari pemerintah Israel, dilansir dari laman Guardian, Rabu 5 Agustus 2020.

    Sebelumnya, seorang pejabat Israel membantah negaranya terlibat dalam ledakan di Beirut. "Israel sama sekali tidak ada kaitannya dengan insiden tersebut," ungkapnya.

    Menlu Ashkenazi mengatakan kepada saluran televisi N12 bahwa ledakan tersebut kemungkinan merupakan sebuah kecelakaan yang dipicu kobaran api.

    Kepala Keamanan Lebanon, Abbas Ibrahim, menuding bahan kimia mudah terbakar di sebuah gudang sebagai penyebab terjadinya ledakan. Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi mengatakan, amonium nitrat berada di antara bahan kimia di gudang tersebut.
     
    Ia menyerukan adanya investigasi untuk menyelidiki bagaimana bisa 2.700 ton amonium nitrat tersebut bisa meledak.

    Para pemimpin dunia telah menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang terdampak ledakan di Lebanon. Sebagian dari mereka mendoakan kesembuhan korban luka, sementara sebagian lainnya menyerukan agar ledakan tersebut segera diselidiki.

    Berbeda dengan pemimpin lainnya, Presiden Amerika Serikat Donaldn Trump menyebut ledakan di Lebanon "terlihat seperti sebuah serangan yang mematikan." Belum diketahui apakah itu merupakan pandangan pribadi Trump, atau didasarkan pada data intelijen.


    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id