comscore

Kebocoran Gas Beracun di Yordania, 13 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Marcheilla Ariesta - 28 Juni 2022 06:59 WIB
Kebocoran Gas Beracun di Yordania, 13 Orang Tewas dan Ratusan Terluka
Kebocoran gas beracun di Yordania./AFP
Aqaba: Sebanyak 13 orang tewas dan 251 terluka dalam kebocoran gas beracun dari tangki penyimpanan di pelabuhan Aqaba, Yordania. Pihak berwenang meminta penduduk untuk menutup jendela dan tetap berada di dalam rumah.

Kebocoran pada Senin kemarin terjadi setelah kabel yang mengangkat tangki berisi 25 ton klorin putus, membuat wadah itu jatuh.
Sebuah video yang diunggah di halaman Twitter televisi pemerintah menunjukkan tank itu menabrak dek kapal, melepaskan awan gas kuning yang membuat pekerja dermaga berlarian. Otoritas kesehatan kota menyarankan penduduk untuk menutup jendela mereka dan tinggal di rumah mereka.

"Kabel yang membawa wadah berisi zat beracun putus, mengakibatkan jatuh dan lepasnya zat beracun,” kata Wakil Kepala Otoritas Pelabuhan Wilayah Aqaba, Haj Hassan dikutip dari The Guardian, Selasa, 28 Juni 2022.

Berdasarkan keterangan mantan kepala perusahaan yang mengoperasikan pelabuhan, Mohammed al-Mubaidin, sebuah kapal menunggu untuk memuat hampir 20 kontainer gas cair yang mengandung persentase klorin yang sangat tinggi.

Baca juga: Bersihkan Tangki Sisa Limbah Cair, 2 Pekerja PT HAN Mojokerto Tewas

"Gas itu berat dan tidak mudah bagi awan gasnya untuk bergerak karena terkonsentrasi di satu area dan dipengaruhi oleh pergerakan angin," ucap al-Mubaidin.

Pantai selatan Aqaba dilaporkan dievakuasi setelah insiden itu. Media lokal menunjukkan anggota pasukan pertahanan sipil dan petugas medis bergegas ke lokasi kebocoran dengan mengenakan masker.

Para korban luka diangkut ke dua rumah sakit pemerintah, satu fasilitas swasta dan satu rumah sakit lapangan. Direktur kesehatan Aqaba, Jamal Obeidat mengatakan rumah sakit penuh dan orang-orang yang terluka berada dalam kondisi sedang hingga kritis.

Perdana Menteri Yordania, Bisher al-Khasawneh, menuju ke Aqaba. Media lokal mengatakan, dia telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut, yang diketuai oleh menteri dalam negeri.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id