PM Baru Irak Diangkat di Tengah Serangan Roket

    Marcheilla Ariesta - 18 Maret 2020 19:04 WIB
    PM Baru Irak Diangkat di Tengah Serangan Roket
    Adnan Zurfi dipilih sebagai perdana menteri baru Irak. Foto: AFP
    Baghdad: Presiden Irak Barham Salih menunjuk anggota parlemen pro-Barat Adnan Zurfi sebagai perdana menteri baru. Dia bertugas memimpin pemerintahan di negara yang tengah dilanda kerusuhan militer dan pandemi virus korona tersebut.

    Nama Zurfi muncul ketika Irak menghadapi dua serangan roket terpisah, satu di dekat Zona Hijau yang memiliki keamanan tinggi di Baghdad pada Selasa malam. Serangan satu lagi menghantam pangkalan militer yang menampung koalisi pimpinan Amerika Serikat dan pasukan NATO.

    Dalam pernyataan, Zurfi, 54, berjanji akan mengadakan pemilihan satu tahun untuk membentuk kabinetnya. Dia bersumpah menanggapi tuntutan para pedemi yang turun ke jalan untuk memberantas korupsi dan inefisiensi pemerintah.

    Menjabat beberapa periode sebagai gubernur kota suci Syiah Najaf, Zurfi pernah menjadi anggota partai Dawa, oposisi untuk diktator Saddam Hussein yang digulingkan dalam invasi pimpinan AS pada 2003. Dia juga bertahun-tahun menghabiskan waktu di Negeri Paman Sam.

    Karena jabatan barunya ini, Zurfi harus menanggalkan kewarganegaraan Amerika-nya. Dia bertemu dengan mantan perdana menteri Adel Abdel Mahdi yang mengundurkan diri pada Desember lalu.

    Kini Zurfi memiliki 30 hari untuk membentuk kabinet yang akan memberikan suara kepercayaan di parlemen.

    Meski diterima  beberapa partai Syiah dan faksi-faksi Kurdi dan Sunni, Zurfi dengan cepat ditolak blok Fatah.

    "Kami menolak langkah inkonstitusional presiden," kata Fatah, kelompok politik jaringan militer Hash al-Shaabi yang merupakan sekutu Iran dan musuh bebuyutan AS, dikutip dari AFP, Rabu 18 Maret 2020.

    Sementara itu, Amerika Serikat lebih optimis dengan terpilihnya Zurfi. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan rakyat Irak menginginkan pemerintah yang berdaulat.

    "Rakyat Irak menginginkan pemerintah yang menegakkan kedaulatan Irak, menyediakan kebutuhan dasar, bebas dari korupsi, dan melindungi hak asasi mereka," kata Pompeo.

    "Jika Zurfi mengutamakan kepentingan ini, dia akan mendapatkan dukungan AS dan internasional," pungkasnya dalam Twitter.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id