Pesan Keras Raja Yordania Terkait Perlawanan dari Adik Tiri

    Surya Perkasa - 05 April 2021 06:40 WIB
    Pesan Keras Raja Yordania Terkait Perlawanan dari Adik Tiri
    Raja Yordania Abdullah II beri pesan keras kepada pihak yang ingin guncang istana. Foto: AFP



    Yerusalem: Otoritas Yordania mengatakan pada Minggu 4 April mereka menggagalkan ‘rencana jahat’ oleh mantan putra mahkota untuk mengguncang kerajaan dengan dukungan asing. Ini bertentangan dengan klaim senior kerajaan bahwa dia dihukum karena berbicara menentang korupsi dan ketidakmampuan.

    Dihadapkan dengan narasi saingan, pemerintah Amerika Serikat dan Arab Saudi dengan cepat memihak Raja Yordania Abdullah II. Hal tersebut mencerminkan kepentingan strategis negara itu di wilayah yang bergolak.






    Baca: Yordania Tahan Sejumlah Pejabat Tinggi atas Alasan Keamanan.

    Di dalam negeri, kritik Pangeran Hamzah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kelas penguasa -,tanpa menyebut raja,- dapat memberikan dukungan untuk meningkatnya keluhan tentang pemerintahan yang buruk dan pelanggaran hak asasi manusia di Yordania.

    Pada saat yang sama, reaksi keras raja -,menempatkan saudara tirinya yang populer di bawah tahanan rumah dan menuduhnya melakukan kejahatan serius,- menggambarkan batasan perbedaan pendapat publik yang yang bisa ditolerir Raja Abdullah II.

    "Stabilitas dan keamanan kerajaan melampaui segalanya," kata Ayman Safadi, Menteri Luar Negeri dan Wakil Perdana Menteri Yordania, saat dia menuduh Hamzah dan dua pejabat senior Yordania bersekongkol dengan elemen asing untuk membuat kerajaan tidak stabil.

    "Plotnya benar-benar teratasi,” ujar Safadi, sepeti dikutip AFP, Senin 5 April 2021.

    Namun konferensi pers Safadi pada Minggu tidak banyak menjawab pertanyaan seputar peristiwa dramatis akhir pekan. Pada malam dari Sabtu hingga Minggu, Hamzah telah mengumumkan dalam rekaman video yang diam-diam bocor ke media bahwa dia telah ditempatkan dalam tahanan rumah.

    Ibu Hamzah, Noor, menulis di Twitter pada Minggu: “Berdoa agar kebenaran dan keadilan akan menang bagi semua korban yang tidak bersalah dari fitnah jahat ini. Tuhan memberkati dan menjaga mereka tetap aman."

    Abdullah dan Hamzah adalah putra mendiang Raja Hussein, yang tetap menjadi sosok yang dicintai dua dekade setelah kematiannya. Saat naik takhta pada 1999, Abdullah menunjuk Hamzah sebagai putra mahkota, namun mencabut gelar itu lima tahun kemudian.

    Baca: Pangeran Yordania Mengaku Dijadikan Tahanan Rumah.

    Meskipun keduanya dikatakan memiliki hubungan baik secara umum, Hamzah kadang-kadang berbicara menentang kebijakan pemerintah, dan baru-baru ini telah menjalin hubungan dengan para pemimpin suku yang kuat dalam sebuah tindakan yang dipandang sebagai ancaman bagi raja.



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id