Netanyahu Kembali Jadi PM Israel, Siap Caplok Tepi Barat

    Fajar Nugraha - 18 Mei 2020 10:04 WIB
    Netanyahu Kembali Jadi PM Israel, Siap Caplok Tepi Barat
    Benny Gantz (kiri) akan bergantian dengan Benjamin Netanyahu menjadi PM Israel. Foto: AFP
    Tel Avi: Parlemen Israel atau Knesset pada Minggu mengambil sumpah pemerintah baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Bersama Benny Gantz, Netanyahu akan bergantian kepemimpinan.

    Setelah dipastikan kembali menjadi PM Israel, Netanyahu pun sudah menetapkan prioritas pemerintahannya saat ini. Dia pun mengincar aneksasi Tepi Barat Palestina.

    Anggota parlemen di 120 kursi Knesset menyetujui koalisi tiga tahun Netanyahu-Gantz, dengan 73 suara untuk dan 49 menentang. Satu anggota tidak hadir.

    "Sudah waktunya untuk menerapkan hukum Israel dan menulis bab lain yang mulia dalam sejarah Zionisme," kata Netanyahu dalam pidatonya di depan parlemen sebelum pemungutan suara, seperti dikutip Telesur, Senin, 18 Mei 2020.

    "Wilayah ini adalah tempat bangsa Yahudi lahir dan tumbuh," tambah PM yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan Israel itu.

    Setelah rencana untuk mencaplok tanah Palestina mulai 1 Juli, diumumkan bulan lalu, reaksi internasional mulai muncul.  Rencana ini pun sepertinya akan dipaksakan Netanyahu karena sudah dimasukkan dalam program pemerintah baru.

    Menyusul pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) pada Jumat, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan blok itu akan menggunakan semua kapasitas diplomatiknya untuk memblokir Israel dari menganeksasi wilayah Palestina.

    Juga pada hari Jumat, Raja Yordania Abdullah II memperingatkan bahwa jika negara Yahudi menganeksasi Tepi Barat, itu akan menyebabkan ’konflik besar’ dengan negaranya.

    "Jika Israel benar-benar menganeksasi Tepi Barat pada Juli, itu akan menyebabkan konflik besar-besaran dengan Kerajaan Hashemite Yordania," kata Raja Abdullah II dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Der Spiegel.

    "Saya tidak ingin membuat ancaman dan menciptakan suasana berselisih, tapi kami sedang mempertimbangkan semua opsi," katanya.

    Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan Presiden Donal Trump, mendukungnya dan juga proyek-proyek Israel.

    Menghadapi wabah virus korona, Netanyahu dan Gantz mengakhiri bulan lalu kebuntuan politik terpanjang Israel dan menyegel perjanjian pembagian kekuasaan setelah tiga pemilihan yang tidak meyakinkan dalam waktu kurang dari satu tahun dan hampir satu setengah tahun tanpa pemerintahan yang stabil.

    Di bawah kesepakatan baru, Netanyahu akan menjabat 18 bulan sebagai perdana menteri sebelum menyerahkan kepada Gantz, seorang mantan kepala militer, yang akan menjadi menteri pertahanan sambil menunggu jabatan puncak.

    Dalam pidatonya pada hari Minggu di hadapan parlemen, Gantz mengumumkan "krisis politik terbesar dalam sejarah Israel" telah berakhir.

    Tetapi ketika dia memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan Netanyahu dan membentuk koalisi dengannya, Gantz diperkiran akan membubarkan Partai Biru dan Putih yang menjadi motor politiknya. Para mantan sekutunya merasa pahit terhadap seorang pemimpin yang telah memulai karir politiknya dengan janji untuk menggulingkan Netanyahu, tetapi memutuskan untuk dukung dia saja.

    Koalisi baru Israel yang berkuasa sempat diajukan kepengadilan tinggi negara itu. Para lawan politik berpendapat bahwa Netanyahu, yang menghadapi tiga kasus korupsi pidana, tidak memenuhi syarat untuk memerintah.

    Namun pengadilan memutuskan awal bulan ini bahwa "tidak ada alasan hukum untuk mencegah pembentukan pemerintah" yang dipimpin oleh Netanyahu, yang menyangkal tuduhan korupsi.

    Ia menambahkan bahwa dengan menyetujui koalisi itu "tidak berusaha untuk mengurangi keparahan tuduhan" terhadap Netanyahu, tetapi menyimpulkan bahwa mereka dapat ditangani dalam persidangannya, yang akan dimulai pada 24 Mei.

    Di bawah perjanjian koalisi, Netanyahu akan dapat memperoleh perlindungan hukum tambahan, yang berarti ia tidak akan harus mengundurkan diri meskipun ada tuduhan terhadapnya.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id