Raja Bahrain: Normalisasi dengan Israel Upaya Tegakkan Solusi Dua Negara

    Marcheilla Ariesta - 25 September 2020 17:06 WIB
    Raja Bahrain: Normalisasi dengan Israel Upaya Tegakkan Solusi Dua Negara
    Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Foto: AFP
    Manama: Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa mengatakan, kesepakatan normalisasi kerajaannya dengan Israel adalah upaya yang lebih besar untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel. Upaya yang sama untuk menegakkan Solusi Dua Negara.

    "Ini adalah upaya intensif untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel sesuai dengan solusi dua negara, yang mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, berdasarkan resolusi legitimasi internasional dan Arab Peace Initiative," kata Raja Hamad, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 25 September 2020.

    Ia menambahkan hubungan dengan Israel adalah 'pesan halus' untuk perdamaian. "Deklarasi untuk menjalin hubungan dengan Israel adalah pesan halus yang menekankan bahwa tangan kami terulur untuk perdamaian yang adil dan komprehensif," katanya.

    Pernyataan Hamad muncul sehari setelah delegasi resmi Israel melakukan kunjungan. Ini merupakan kunjungan pertama diplomat Israel ke Bahrain sejak kedua negara menandatangani kesepakatan normalisasi.

    Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel pada 15 September di Gedung Putih. Ini merupakan bagian dari dorongan diplomatik AS, terutama Presiden Donald Trump berupaya terpilih kembali.

    Palestina mengutuk perjanjian tersebut sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan mereka.

    Sementara itu, selama beberapa pekan terakhir dan setelah kesepakatan Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan Israel, beberapa pejabat tinggi Israel dan AS, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan AS untuk Israel, David Friedman, membenarkan rencana aneksasi mereka ke wilayah Tepi Barat ditunda. Namun, mereka tidak akan membatalkan rencana tersebut.

    Di sisi lain, Raja Hamad juga memuji upaya AS untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan, dengan menjadi perantara perjanjian Israel dan negara-negara Arab.

    "Peran AS mengirimkan pesan beradab, sebagai jaminan terbaik untuk masa depan semua orang di kawasan," pungkasnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id