Iran Kecam Sikap Diam Organisasi Internasional Atas Pembunuhan Ilmuwan

    Fajar Nugraha - 01 Desember 2020 19:09 WIB
    Iran Kecam Sikap Diam Organisasi Internasional Atas Pembunuhan Ilmuwan
    Peti mati yang berisi ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh dibunuh pada Jumat 27 November 2020. Foto: AFP
    Teheran: Duta Besar Iran untuk Organisasi Internasional di Wina, Austria mengecam badan-badan dunia karena bersikap diam atas tindakan terorisme yang menargetkan bangsa Iran dan tokoh elitenya.

    Baca: Iran Dorong PBB Ambil Tindakan Tegas Terkait Kematian Fakhrizadeh.

    Kazem Gharibabadi membuat pernyataan dalam sebuah surat pada hari Senin kepada Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) Ghada Fathi Waly, menyusul pembunuhan baru-baru ini terhadap ilmuwan senior Iran Mohsen Fakhrizadeh.

    “Pembunuhan Dr. Mohsen Fakhrizadeh adalah kelanjutan dari tindakan teroris lainnya (terhadap bangsa Iran), yang dimulai satu dekade lalu melalui pembunuhan beberapa ilmuwan nuklir Iran pada tahun 2010, 2011 dan 2012. Iran menyerukan perhatian dari internasional komunitas dan organisasi internasional yang relevan,” kata utusan Iran, seperti dikutip Press TV, Selasa 1 Desember 2020.

    “Tindakan teroris yang brutal seperti itu, seperti tindakan terorisme internasional lainnya, menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan global dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional, Piagam PBB dan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” tambahnya.

    Duta Besar Iran itu juga menekankan bahwa bukti yang jelas dan konkret menunjukkan bahwa Israel memainkan peran dan bertanggung jawab atas serangan teroris. Terutama yang berkaitan dengan fakta bahwa para pejabat Israel telah berulang kali berbicara tentang Fakhrizadeh dan juga menyusun plot untuk membunuhnya.

    Gharibabadi mengatakan, rezim Tel Aviv telah melakukan banyak kejahatan selama beberapa dekade terakhir dan tidak hanya terlibat dalam tindakan teroris terhadap Iran, tetapi juga berperan dalam pembunuhan sejumlah ilmuwan di negara lain juga.

    Memperingatkan bahwa tindakan teror keji seperti itu akan berdampak serius pada perdamaian dan keamanan global, dia mengatakan Iran menyerukan kepada komunitas internasional untuk "memenuhi komitmennya sehubungan dengan hukum internasional tentang perang melawan terorisme dan untuk mengutuk keras pembunuhan tidak manusiawi (dari ilmuwan Iran) dalam istilah terkuat.”

    "Iran percaya bahwa penerapan pendekatan standar ganda terhadap negara-negara dalam perang melawan terorisme, tidak hanya akan tidak membangun tetapi juga akan menyebabkan kegagalan perang global melawan terorisme dan selanjutnya akan berkontribusi dan memelihara terorisme," ujar Dubes Gharibabadi.

    Mohsen Fakhrizadeh adalah ilmuwan nuklir ternama Iran. Dia dibunuh pada 27 November 2020 lalu, lewat serangan mendadak.

    Israel beberapa kali menyebut sosok Fakhrizadeh sebagai sosok penting program nuklir Iran. Tetapi Negara Yahudi itu belum berkomentar mengenai pembunuhan ini.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id