comscore

Cegah Varian Omicron, Israel Berencana Larang Masuk Semua Warga Asing

Willy Haryono - 28 November 2021 13:10 WIB
Cegah Varian Omicron, Israel Berencana Larang Masuk Semua Warga Asing
Aktivitas di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, 1 November 2021. (JACK GUEZ / AFP)
Tel Aviv: Israel berencana melarang masuk semua warga asing terkait kemunculan varian B.1.1.529 atau disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan nama "Omicron." Jika terlaksana, maka Israel akan menjadi negara pertama di dunia yang menutup rapat perbatasan atas kemunculan Omicron.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu kemarin, Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan rencana larangan masuk ini masih menanti persetujuan pemerintah. Jika disetujui, maka fase pertama dari larangan masuk akan berlaku selama 14 hari.
Otoritas Israel berharap selama periode dua pekan tersebut informasi tambahan seputar Omicron sudah tersedia, terutama mengenai apakah vaksin-vaksin yang tersedia saat ini efektif dalam mengatasi varian tersebut.

Omicron, varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah dinyatakan WHO sebagai "variant of concern" pada Jumat kemarin. Varian Omicron disebut memiliki puluhan mutasi, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan dan infeksi ulang.

"Hipotesis kami sejauh ini adalah, varian tersebut sudah ada di hampir semua negara," kata Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked dalam program Meet the Press media N12.

"Dan menurut kami, vaksin masih efektif (terhadap Omicron), tapi kami belum tahu seberapa besar tingkat efektivitasnya," sambung dia, dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 28 November 2021.

Larangan masuk Israel untuk semua warga asing ini dijadwalkan berlaku mulai Senin dini hari nanti. Sementara larangan perjalanan untuk warga dari sebagian besar negara Afrika sudah diberlakukan Israel pada Jumat kemarin.

Baca:  Penyebaran Varian Omicron, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk Negara

Harry Fawcett, jurnalis Al Jazeera yang memberikan laporan dari Yerusalem Baret, mengatakan bahwa langkah terbaru Israel ini "sangat ketat" dan merupakan kebalikan dari kebijakan yang membolehkan masuk turis-turis asing pada awal November lalu.

"Ini merupakan hasil dari rapat darurat di kabinet Israel, yang berlangsung pada Sabtu malam usai pengumuman dari Naftali Bennett bahwa negara harus bertindak cepat di tengah ketidakpastian ini," sebut Fawcett.

Di bawah aturan terbaru ini, nantinya semua warga Israel yang pulang dari luar negeri -- termasuk yang sudah divaksinasi -- diwajibkan menjalani karantina.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id