comscore

Seorang Penjaga Perdamaian PBB di Mali Utara Tewas Diserang Roket

Marcheilla Ariesta - 02 Juni 2022 12:09 WIB
Seorang Penjaga Perdamaian PBB di Mali Utara Tewas Diserang Roket
Pasukan penjaga perdamaian PBB diserang di Mali./AFP
Kidal: Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi mereka di Kidal, Mali Utara. Misi MINUSMA menyebut insiden tersebut sebagai 'serangan teroris'.

"Para korban adalah anggota kontingen misi Yordania," kata pejabat keamanan yang ditanya secara terpisah dan meminta tetap anonim, dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 2 Juni 2022.
Konvoi itu terkena tembakan senjata ringan dan granat berpeluncur roket dalam serangan yang berlangsung sekitar satu jam.

"Sayangnya, salah satu anggota Helm Biru meninggal karena luka-lukanya setelah serangan itu," ucap juru bicara MINUSMA Olivier Salgado.

Tidak ada rincian yang diberikan tentang tersangka penyerang.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, perwakilan khusus PBB untuk Mali dan kepala MINUSMA, El-Ghassim Wane mengatakan, pasukan penjaga perdamaian memukul mundur para penyerang, yang bersenjata lengkap.

Baca juga: Al Shabab Klaim Serang Kamp Pasukan Penjaga Perdamaian di Somalia

"Saya mengutuk keras serangan ini, yang merupakan upaya putus asa lainnya oleh kelompok teroris untuk menghambat upaya perdamaian di Mali dan pelaksanaan mandat MINUSMA," katanya.

Serangan ini adalah yang kelima terjadi di wilayah Kidal, Mali dalam sepekan. 

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengutuk serangan itu. Ia mengatakan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan kejahatan perang di bawah hukum internasional.

"Dia meminta pihak berwenang Mali untuk berusaha keras dalam mengidentifikasi pelaku serangan ini sehingga mereka dapat diadili dengan cepat," kata juru bicara itu.

MINUSMA - Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali - dikerahkan pada 2013 untuk membantu menopang wilayah Sahel yang rapuh dalam menghadapi serangan ekstremis.

Dengan 13.000 anggota, misi tersebut adalah salah satu operasi penjaga perdamaian terbesar PBB, dan juga salah satu yang paling berbahaya. Sebanyak 172 tentara tewas karena serangan di wilayah itu.

(WAH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id