comscore

Dua Hari Setelah Kematian Jurnalis, Israel Kembali Tembak Warga Palestina

Fajar Nugraha - 13 Mei 2022 16:35 WIB
Dua Hari Setelah Kematian Jurnalis, Israel Kembali Tembak Warga Palestina
Asap hitam di wilayah Jenin, Tepi Barat saat diserang pasukan Israel. Foto: AFP
Jenin: Seorang warga Palestina terluka oleh tembakan Israel selama operasi di kota Jenin di Tepi Barat pada Jumat 13 Mei 2022. Kejadian ini berlangsung dua hari setelah pasukan Israel menembak mati jurnalis Palestina di Jenin.

“Pasukan Israel Jumat pagi menggempur sebuah rumah dengan rudal dan melukai seorang pemuda Palestina di pinggiran kamp pengungsi Jenin, menurut sumber-sumber lokal,” lapor berita Wafa, seperti dikutip Al Arabiya.
Seorang fotografer AFP mengatakan, pasukan Israel menembakkan granat ke rumah seorang tersangka di kamp pengungsi Jenin.

“Serangan itu memicu konfrontasi kekerasan yang melihat para tentara melepaskan tembakan langsung ke arah orang-orang muda yang berusaha menghalangi jalan mereka, mengenai satu dengan peluru di perut,” sebut laporan Wafa.

Baca: Ribuan Orang Iringi Peti Mati Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh.

Agensi mengidentifikasi dia sebagai Daoud al-Zubaidi dan mengatakan dia dibawa ke rumah sakit.

Tentara Israel tidak segera berkomentar.

Konfrontasi Jumat terjadi dua hari setelah jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh ditembak mati dalam serangan Israel di Jenin.

Israel dan Palestina telah saling menyalahkan atas penembakan fatal Abu Akleh, yang akan dimakamkan di kemudian hari di Yerusalem.

Amerika Serikat, Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendukung seruan untuk penyelidikan penuh atas apa yang disebut Al Jazeera sebagai pembunuhan yang disengaja “dengan darah dingin.”

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan pada Rabu bahwa "kemungkinan" Abu Akleh terbunuh oleh tembakan Palestina yang nyasar . Tetapi Menteri Pertahanan Benny Gantz kemudian mengakui bahwa itu bisa saja "orang-orang Palestina yang menembaknya" atau menembak dari "pihak Israel sendiri.”

Ketegangan tinggi dengan gelombang serangan yang telah menewaskan sedikitnya 18 orang di Israel sejak 22 Maret, termasuk seorang perwira polisi Arab-Israel dan dua warga Ukraina.

Sebanyak 31 warga Palestina dan tiga orang Arab Israel tewas selama periode yang sama, menurut penghitungan AFP, di antara mereka pelaku serangan dan mereka yang dibunuh oleh pasukan keamanan Israel dalam operasi Tepi Barat.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id