Tenggat Waktu Terlewati, Taliban Ancam Serang Pasukan Asing

    Willy Haryono - 02 Mei 2021 09:33 WIB
    Tenggat Waktu Terlewati, Taliban Ancam Serang Pasukan Asing
    Militan Taliban dan warga berkumpul di sebuah mobil humvee di Kandahar, Afghanistan pada 17 Juni 2018. (AFP)



    Kabul: Kelompok militan Taliban mengancam akan menyerang pasukan asing di Afghanistan seiring terlewatinya tenggat waktu 1 Mei 2021. Di era pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat dan Taliban telah menyepakati sebuah perjanjian, yang salah satu poinnya adalah penarikan semua pasukan Negeri Paman Sam dari Afghanistan pada 1 Mei tahun ini.

    Namun saat pemerintahan AS berganti, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa sejumlah personel militer AS mungkin akan tetap ada di Afghanistan sebelum nantinya ditarik secara menyeluruh pada 11 September.






    "Tenggat waktu penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 1 Mei telah terlewati. Secara prinsip, pelanggaran ini membuka jalan bagi IEA Mujahidin dalam melancarkan aksi balasan terhadap pasukan penjajah," ucap juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid via Twitter, dilansir dari laman UPI.

    Mujahid mengatakan, keputusan akhir mengenai respons terhadap pelanggaran AS ini belum akan diumumkan hingga tercapainya konsensus di internal Taliban.

    Baca:  AS Memulai Proses Penarikan Semua Pasukan dari Afghanistan

    Selasa kemarin, Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad berbicara di Kongres mengenai penarikan pasukan. Ia meyakini Pemerintah Afghanistan tidak akan runtuh setelah AS menarik semua pasukannya.

    Meski bertekad menarik semua pasukan AS, Biden mengatakan beberapa masalah teknis dan "taktis" membuat tenggat waktunya harus digeser hingga 11 September mendatang.

    Tahun lalu, pemerintahan AS di bawah Trump menandatangani perjanjian damai dengan Taliban. Kala itu AS sepakat menarik pasukan dari Afghanistan, dan sebagai gantinya Taliban akan menghentikan aksi kekerasan dan menjamin sektor keamanan di negara tersebut.

    Saat ini Pemerintah Afghanistan sedang bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan aksi kekerasan. Sebelumnya, Pentagon telah memperingatkan bahwa pasukan AS yang masih ada di Afghanistan semakin rentan terhadap serangan dalam periode antara Mei dan September mendatang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id