comscore

Mantan Pewaris Takhta Yordania Hamzah bin Hussein Lepas Gelar Pangeran

Medcom - 04 April 2022 17:03 WIB
Mantan Pewaris Takhta Yordania Hamzah bin Hussein Lepas Gelar Pangeran
Pangeran Hamzah bin Hussein dari Kerajaan Yordania di tahun 2015. (KHALIL MAZRAAWI / AFP)
Amman: Pangeran Hamzah bin Hussein, sebelumnya pewaris takhta Yordania, melepas gelar pangeran. Hamzah menegaskan bahwa "keyakinan pribadi" di dalam dirinya tidak sejalan dengan "cara-cara modern yang dipraktikkan institusi pemerintahan kami."

Sang pangeran adalah putra keempat dari mendiang Raja Hussein dan adik tiri Raja Abdullah II yang kini berkuasa.
Ia dijatuhkan hukuman tahanan rumah tahun lalu setelah menuduh sejumlah pemimpin negaranya atas tindakan korupsi, inkompeten, dan pelecehan. Maret lalu, Yordania merilis permintaan maaf kepada Raja Abdullah II yang dibubuhi tanda tangan Hamzah.

"Menyusul apa yang telah saya saksikan dalam beberapa tahun terakhir, saya menyimpulkan bahwa keyakinan pribadi saya yang ditanamkan oleh ayah saya, di mana saya berusaha keras untuk mematuhinya sepanjang hidup saya, tidak sejalan dengan pendekatan, tren, dan metode modern dari institusi-institusi kami," kata Hamzah dalam pernyataannya yang diunggah melalui Twitter, dikutip dari BBC, Senin, 4 April 2022.

"Mengenai kejujuran kepada Allah dan hati nurani, saya memutuskan untuk melepas gelar pangeran. Saya telah mendapatkan kehormatan besar untuk melayani negara yang saya cintai dan orang-orang yang saya kasihi selama bertahun-tahun dalam hidup saya."

"Saya akan tetap, seperti dulu, dan sepanjang hidup saya, setia kepada Yordania kita tercinta," ungkapnya.

Merupakan anak tertua dari mendiang Raja Abdullah dan istri kesayangan Ratu Noor, Hamzah adalah lulusan Sekolah Harrow Inggris dan Akademi Militer Kerajaan di Sandhurst. Ia juga kuliah di Universitas Harvard, serta pernah bertugas di angkatan bersenjata Yordania.

Pada 1999, Hamzah diangkat menjadi putra mahkota Yordania dan merupakan favorit Raja Hussein, yang sering menyebutnya di hadapan publik sebagai "kegembiraan bagi mata saya."

Namun, ia dianggap terlalu muda dan kurang berpengalaman untuk ditunjuk sebagai penerus takhta saat kematian Raja Hussein. Sehingga, kakak tirinya, Abdullah, naik takhta dan mencopot gelar putra mahkota Hamzah pada 2004.

Langkah itu dipandang sebagai pukulan bagi Ratu Noor, yang berharap bisa melihat anak tertuanya menjadi raja. Pada April 2021, Hamzah merilis video di mana ia menyampaikan bahwa dirinya tengah ditempatkan dalam tahanan rumah sebagai bagian dari penindakan atas kritik dan tuduhan terhadap pemimpin Yordania.

Itu terjadi setelah sejumlah penangkapan yang dikatakan terkait dengan dugaan rencana kudeta. Pangeran Hamzah menegaskan dirinya tidak pernah masuk dalam konspirasi apa pun di Yordania.

Sementara itu, militer Yordania membantah Hamzah ditempatkan dalam tahanan rumah. Militer hanya mengatakan Hamzah telah diperintahkan untuk berhenti terlibat dalam aksi-aksi yang dapat mengancam "keamanan dan stabilitas" Yordania.

Baca:  Pengadilan Yordania Tolak Upaya Pangeran Hamzah Bersaksi Terkait Kisruh Kerajaan

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Raja Abdullah II menyatakan provokasi telah dihentikan dan Hamzah "bersama keluarganya di istana di bawah perlindungan saya."

Pangeran Hamzah jarang terlihat di hadapan umum sejak dugaan percobaan kudeta. Tetapi pada Maret lalu pengadilan kerajaan Yordania merilis sebuah surat yang konon ditulis oleh Hamzah kepada kakaknya.

"Tahun lalu, Yordania tercinta kami mengalami keadaan yang sulit dan babak yang disesali dalam sejarahnya," tertulis dalam surat itu. Isi surat tersebut menunjukkan pengakuan bersalah dan pertanggungjawaban Hamzah.

"Saya meminta maaf kepada Yang Mulia, mengetahui bahwa Anda selalu merupakan sosok pemaaf," lanjut surat itu. (Kaylina Ivani)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id