Pengadilan Tolak Tunda Sidang Korupsi PM Netanyahu

    Arpan Rahman - 11 Maret 2020 17:03 WIB
    Pengadilan Tolak Tunda Sidang Korupsi PM Netanyahu
    PM Israel Benjamin Netanyahu tetap dihadapkan pada pengadilan korupsi. Foto: AFP
    Tel Aviv: Pengadilan Israel pada Selasa menolak untuk menunda dimulainya persidangan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan pekan depan.

    Netanyahu, yang menghadapi dakwaan penipuan, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan, meminta penundaan dengan alasan kegagalan jaksa untuk memberikan materi pembuktian. Dia dijadwalkan hadir di pengadilan dan mengajukan pembelaan pada 17 Maret.

    Disitat dari UPI, pada Selasa, 10 Maret, majelis tiga hakim pengadilan menolak permintaan itu, dengan mengatakan permohonan Netanyahu tidak bergantung pada penyelesaian sengketa dokumenter.

    Pada Januari, Netanyahu menjadi perdana menteri Israel pertama yang didakwa ketika jaksa mengajukan tuntutan ke Pengadilan Distrik Yerusalem. Dakwaan diumumkan pada November, tetapi permintaan imunitas mencegah pengajuan resminya.

    Jaksa penuntut mengatakan, Netanyahu menerima hadiah secara tidak pantas dan terlibat dalam skema suap dengan imbalan liputan berita positif. Perdana menteri mengatakan dia bertekad untuk membuktikan tidak bersalah di pengadilan dan menyebut penyelidikan itu 'ternoda dan bermotivasi politis.'

    Terlepas dari tuduhan terhadapnya, Netanyahu memenangkan dukungan besar dalam pemilu Israel awal bulan ini -- yang ketiga dalam waktu kurang dari setahun. Dia dan pemimpin oposisi Benny Gantz kembali bekerja untuk membentuk koalisi pemerintahan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id