KBRI Antananarivo Dampingi Kepulangan 7 ABK WNI

    Medcom - 27 Februari 2021 09:22 WIB
    KBRI Antananarivo Dampingi Kepulangan 7 ABK WNI
    Tujuh ABK WNI dikabarkan menerima perlakuan buruk saat bekerja di sebuah kapal berbendera Tiongkok di perairan Seychelles. (Kemenlu RI/KBRI Antananarivo)



    Seychelles: KBRI Antananarivo membuktikan komitmen negara dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Pada Jumat kemarin, 26 Februari, KBRI Antananarivo mengantarkan kepulangan 7 WNI yang sebelumnya bekerja di sebuah kapal ikan berbendera Tiongkok. Para WNI akan pulang menggunakan pesawat the Emirates dan dijadwalkan tiba pada Sabtu malam, 27 Februari 2021.

    Awalnya pada 14 Februari lalu, KBRI Antananarivo telah menerima pengaduan dari keluarga anak buah kapal (ABK) di Indonesia yang menyampaikan bahwa ke-7 ABK WNI mendapatkan perlakuan kurang manusiawi di kapal.

     



    Selama 17 bulan sejak berangkat berlayar, para WNI belum pernah mengirimkan kabar kepada keluarga masing-masing. Jam rata-rata kerja para WNI tersebut dilaporkan mencapai 20 jam sehari, dan mereka pun menerima kekerasan fisik maupun verbal dari pimpinan.

    Tidak hanya itu, makanan yang didapat para WNI di atas kapal tersebut juga dikabarkan tidak layak.

    Baca:  Pemerintah Diminta Berikan Payung Hukum Lindungi ABK WNI

    Menanggapi laporan tersebut, KBRI Antananarivo bergerak cepat dan berkoordinasi intensif dengan pihak terkait di Seychelles, yakni Kementerian Luar Negeri Seychelles, Coast Guard, Agen Seychelles, Koordinator WNI di Seychelles serta Konsul Honorer RI di Syechelles.

    Pihak KBRI juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Indonesia, yakni keluarga ABK, Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) serta PT Rajawali Crew Atlantik (RCA).

    Penjaga Pantai Seycheles segera bergerak cepat dan melihat langsung kondisi para ABK WNI di atas kapal berbendera Tiongkok. Dari hasil rapat antar instansi Seychelles dan koordinator WNI pada 19 Februari, diputuskan untuk melarang kapal ikan tersebut berlayar karena kondisinya tidak layak.

    Rapat juga memutuskan agar ABK WNI segera dipulangkan atas biaya agen kapal ikan di Seychelles pada 26 Februari.

    Sambil menungggu kepulangan ke Indonesia, KBRI Antananarivo memberikan bantuan makanan/logistik kepada ABK di kapal melalui koordinator WNI dengan didampingi Penjaga Pantai Guard Seychelles karena protokol kesehatan Seychelles melarang ABK menunggu kepulangan di darat. Selain kebutuhan logistik, KBRI Antananarivo memberikan bantuan pulsa telepon agar ABK dapat berkomunikasi dengan masing-masing keluarganya di Tanah Air.

    Kepada para WNI ABK, KUTAP RI di Antanarivo, Benny Yan Pieter Siahaan, menyampaikan ucapan selamat jalan. Ia mengimbau agar ke depannya para WNI senantiasa menjalin koordinasi dengan KBRI setempat saat bekerja di luar negeri.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id