PM Israel Kerahkan Remaja untuk Sterilkan Stasiun dari Korona

    Arpan Rahman - 09 Maret 2020 16:19 WIB
    PM Israel Kerahkan Remaja untuk Sterilkan Stasiun dari Korona
    PM Israel Benjamin Netanyahu kerahkan remaja untuk disinfektan stasiun. Foto: AFP
    Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dia berencana mengerahkan remaja dan angkatan bersenjata untuk mendisinfeksi stasiun angkutan umum. Langkah itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap merebaknya virus korona covid-19.

    Netanyahu mengatakan, para remaja itu akan bekerja dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) demi melakukan disinfektasi stasiun kereta api dan terminal. Alasannya hanya satu remaja di negara itu yang dinyatakan positif mengidap virus korona covid-19.

    "Saya akan memobilisasi remaja, baik di sekolah-sekolah dan gerakan pemuda, dengan cara yang sangat teliti, untuk membantu disinfektan. Saya juga akan meminta IDF untuk mengurus instalasi tertentu," kata Netanyahu, disitir dari UPI, Senin, 9 Maret 2020.

    Fakta tersebut menunjukkan bahwa tidak membuat anak-anak atau remaja lain menderita. Kendati para pejabat kesehatan mengatakan para remaja dan anak-anak masih bisa terinfeksi dan menularkan virus ke orang lain.

    Netanyahu menambahkan bahwa ia mungkin memperpanjang waktu libur bagi anak-anak sekolah yang dijadwalkan tetap tidak sekolah sampai Kamis untuk merayakan liburan Purim.

    Deputi Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Itamar Grotto mengatakan bahwa anak-anak dan remaja memang dapat tertular dan menularkan virus meskipun kemungkinan kematiannya tidak setinggi di antara para lansia.

    "Anak-anak dan remaja dapat tertular virus, hanya saja kemungkinan situasi mereka menjadi parah adalah rendah," kata Grotto.

    "Mereka tidak akan meninggal, tetapi mereka bisa terinfeksi,” tegas Grotto.

    Pada Minggu, 28 orang Israel dinyatakan positif mengidap covid-19 dan ribuan orang sudah dikarantina. Semua wisatawan yang kembali dari Jerman, Spanyol, Prancis, Swiss, dan Austria harus menjalani karantina 14 hari setelah memasuki Israel.

    Menteri Dalam Negeri Aryeh Deri mengumumkan pada Minggu bahwa setiap warga negara non-Israel yang telah melakukan perjalanan ke Mesir dalam dua pekan terakhir akan dilarang memasuki Israel.

    Negara ini juga mempertimbangkan perluasan pedoman karantina untuk pelancong yang kembali dari negara-negara lainnya, termasuk Amerika Serikat.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id