Hamas Dukung Perubahan Status Hagia Sophia

    Willy Haryono - 11 Juli 2020 16:03 WIB
    Hamas Dukung Perubahan Status Hagia Sophia
    Turis mengunjungi Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (Foto: AFP)
    Gaza: Kelompok pejuang Hamas menyambut baik keputusan Turki yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Perubahan status terjadi usai pengadilan Turki menganulir status Hagia Sophia sebagai museum yang telah ditetapkan pada 1934.

    "Membuat Hagia Sophia untuk dijadikan tempat salat adalah momen membanggakan bagi semua Muslim," kata Rafat Murra, kepala kantor internasional Hamas, melalui sebuah pernyataan tertulis, disitat dari laman Anadolu Agency, Sabtu 11 Juli 2020.

    Murra menekankan bahwa keputusan mengubah status Hagia Sophia telah menciptakan "kesedihan" bagi sejumlah grup tertentu di dunia Arab.

    "Kami tidak pernah melihat mereka khawatir mengenai Masjid al-Aqsa. Kami juga tidak pernah melihat mereka bersedih saat zionis menyerang Dome of the Rock," sebut Murra, merujuk pada pihak-pihak yang menentang perubahan status Hagia Sophia.

    Menurut Murra, keputusan mengubah Hagia Sophia sepenuhnya berada di bawah kedaulatan Turki. Ia menyebut perubahan status ini memperlihatkan rasa kepercayaan diri Turki di arena internasional.

    Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kiran menyebutkan bahwa Turki mematuhi tanggung jawab yang diterimanya dari UNESCO mengenai Hagia Sophia sesuai Perjanjian Warisan Dunia tahun 1972.

    Selim Kiran mengunggah foto perjanjian tersebut, yang termuat dalam Bahasa Inggris dan juga Turki.

    Jumat kemarin, sebuah pengadilan di Turki menganulir dekrit kabinet Turki 1934, yang mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Penganuliran kemudian diikuti pengumuman dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang mengatakan bahwa Hagia Sophia kini sudah berganti status menjadi masjid.

    Kelompok Islam di Turki sudah sejak lama menyerukan agar Hagia Sophia diubah lagi menjadi masjid. Namun kelompok sekuler menentang perubahan tersebut. Rencana mengubah status Hagia Sophia telah memicu gelombang kritik dari para politisi dan tokoh agama di seluruh dunia.

    Membela keputusannya, Erdogan menekankan bahwa Turki hanya menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Dalam sebuah konferensi pers, Erdogan mengatakan ibadah salat dapat mulai dilaksanakan di Hagia Sophia pada 24 Juli mendatang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id