comscore

Turki Desak Barat Beri Mereka Jet Tempur F-35 Tanpa Syarat

Medcom - 25 Maret 2022 10:01 WIB
Turki Desak Barat Beri Mereka Jet Tempur F-35 Tanpa Syarat
Jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Foto: AFP
Ankara: Direktur Komunikasi Turki, Fahrettin Altun, mendesak Barat dan Amerika Serikat (AS) untuk mengirimkan pesawat tempur F-35 dan sistem pertahanan udara Patriot ke Ankara tanpa syarat.

"Orang Turki tidak lagi menganggap serius janji informal apapun dari Barat untuk memberikan Patriot," kata Altun, dikutip dari TRT World, Kamis, 24 Maret 2022.
Dalam kolom opini di Wall Street Journal, Altun mengutip artikel pekan lalu yang menyarankan penggunaan sistem rudal S-400 milik Turki di Ukraina untuk melawan Rusia. Apabila dilakukan, hal itu dianggap dapat memperbaiki hubungan Washington dengan Ankara.

“Meskipun tidak realistis sekarang, ide ini mendatangkan kesempatan untuk membahas masalah yang dialami Turki dengan Barat,” ucap Altun.

Pejabat tinggi itu mengkritisi perkataan AS terkait keputusan Ankara untuk membeli rudal buatan Rusia. Perkataan AS disebutnya mengabaikan bahwa Ankara adalah yang pertama mendekati AS untuk pengadaan sistem rudal Patriot.

“Mengingat Turki adalah satu di antara wilayah paling berbahaya dan tidak stabil, ancaman yang dihadapi Turki tidak semerta-merta menghilang dengan penolakan AS, Ankara harus mencari alternatif,” kata Altun, menyebut mantan presiden Donald Trump menyadari permasalahan ini saat masa jabatannya. 

“Turki tidak memiliki pilihan untuk membeli Patriot,” tegasnya.

Kini, menurutnya, Turki tidak lagi menerima janji informal bahwa AS dan Barat akan memberikan Patriot.

Tahun 2019, Washington mengeluarkan Turki dari program F-35 karena Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Turki mengatakan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan dengan sistem NATO, sehingga tak mengancam aliansi atau persenjataannya. Ankara pun berulang kali mengajukan untuk mengklarifikasi isu ini.

Altun mengatakan bahwa Turki menegaskan agar diperlakukan sebagaimana mestinya.

“Dibutuhkan langkah-langkah membangun kepercayaan, bukan pengajuan informal, untuk memperbaiki hubungan,” sebutnya.

Mengenai drone Bayraktar, yang merupakan bagian dari peralatan Ukraina dalam melawan Rusia, Altun mengatakan, Turki merancang dan memproduksinya meskipun Barat berupaya menghalangi proses itu.

“Misalnya, Kanada memblokir penjualan senjata ke Turki. Politisasi kerja sama pertahanan yang tidak masuk akal di antara sekutu NATO mengurangi ketergantungan Turki pada pemerintah asing serta mendorong perusahaan-perusahaan Turki untuk berinovasi,” pungkas Altun. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id