Usai Normalisasi, UEA dan Israel Bahas Kerja Sama Energi

    Fajar Nugraha - 24 September 2020 08:12 WIB
    Usai Normalisasi, UEA dan Israel Bahas Kerja Sama Energi
    Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui. Foto: WAM
    Dubai: Para Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel membahas kemungkinan kerja sama dan peluang investasi. Peluang itu termasuk ekspor gas alam ke Eropa.

    Normalisasi hubungan antara UEA dan Israel langsung dimanfaatkan dalam bentuk peluang ekonomi. Sebuah pernyataan mengatakan kedua menteri tersebut membahas kemungkinan peluang investasi di bidang energi, infrastruktur, minyak, gas, dan energi terbarukan, karena UEA berencana untuk beralih ke energi ramah lingkungan.

    Selama panggilan telepon pada Rabu 23 September 2020, Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui “meninjau Strategi Energi UEA 2050, yang merupakan rencana energi terpadu pertama di negara itu yang menyeimbangkan aspek produksi dan konsumsi serta kewajiban lingkungan global dan memastikan lingkungan ekonomi yang nyaman untuk pertumbuhan di semua sektor.”

    Kedua belah pihak juga fokus pada perusahaan teknologi maju di bidang energi dan keamanan siber.

    Israel dan UEA menandatangani kesepakatan pada 15 September untuk membangun hubungan diplomatik. Kesepakatan yang dikatakan Menteri Energi Israel Yuval Steinitz dalam pernyataan itu memberikan ‘kesempatan bersejarah’ untuk pengembangan energi di wilayah tersebut.

    "Saya berbicara (dengan menteri energi UEA) tentang kerja sama dalam menghubungkan jaringan listrik dan mengembangkan pasar gas alam untuk ekspor melalui pipa ke Eropa serta proyek lainnya," kata Steinitz dalam pernyataan Israel, seperti dikutip Arab News, Kamis 24 September 2020.

    Pernyataan tersebut, yang dirilis oleh kantor Steinitz, mengatakan dia mengusulkan UEA bergabung dengan forum energi yang berbasis di Mesir yang berupaya untuk mempromosikan ekspor gas alam dari Mediterania timur.

    "Mereka (UEA) mengatakan mereka akan memeriksa masalah tersebut," imbuh Israel.

    Mesir, Israel, Yunani, Siprus, Italia, dan Yordania menandatangani piagam untuk membentuk Forum Gas Mediterania Timur (EMGF) pada Selasa 22 September

    Kelompok itu menyatukan saingan regional Turki, yang telah terkunci dalam perselisihan sengit dengan anggota Uni Eropa, Yunani dan Siprus. Mereka berebut hak pengeboran gas di wilayah tersebut.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id