Afghanistan Dorong Gencatan Senjata, Taliban Ingin Sistem Islami

    Willy Haryono - 13 September 2020 07:07 WIB
    Afghanistan Dorong Gencatan Senjata, Taliban Ingin Sistem Islami
    Delegasi Taliban mengikuti dialog damai di Doha, Qatar, Sabtu 12 September 2020. (Foto: AFP)
    Doha: Pemerintah Afghanistan dan kelompok militan Taliban memulai dialog damai di Doha, Qatar, pada Sabtu 12 September. Delegasi Afghanistan langsung menyerukan gencatan senjata kemanusiaan, sementara Taliban mendorong penerapan sistem Islami di seantero negeri.

    Tokoh kunci dalam seremoni pembukaan dialog meliputi Abdullah Abdullah dari delegasi Afghanistan, wakil pemimpin Taliban Mullah Abdul Baradar, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.

    "Kami ingin Afghanistan jadi negara independen, berkembang, dan menerapkan semacam sistem Islami," kata Baradar, dilansir dari laman BBC, Minggu 13 September 2020.

    Abdullah Abdullah menekankan gencatan senjata sejak awal, dengan mengatakan bahwa "tidak ada pemenang dalam perang." Ia menyebut salah satu isu terdepan dalam benak setiap warga Afghanistan adalah penurunan aksi kekerasan "secara signifikan."

    Ia menambahkan bahwa delegasi yang dipimpinnya "merepresentasikan sistem plitik yang didukung jutaan pria dan wanita dari beragam latar belakang budaya, sosial, dan etnis."

    "Mereka semua berharap dapat menutup gerbang perang dan penderitaan selamanya," ungkap Abdullah.

    Sementara Pompeo meminta dua kubu untuk memanfaatkan dialog damai ini dengan sebaik-baiknya. Mengenai sistem politik, Pompeo menyerahkan sepenuhnya hal tersebut untuk dibicarakan delegasi Afghanistan dan Taliban.

    "Masing-masing dari kalian menanggung tanggung jawab besar. Seluruh dunia menginginkan kalian untuk sukses," sebut Pompeo kepada delegasi Afghanistan dan Taliban.

    Afghanistan telah dilanda konflik bersenjata selama lebih kurang empat dekade, dengan jumlah korban tewas dalam kalangan masyarakat sipil mencapai puluhan ribu. Dialog damai di Doha digelar satu hari usai peringatan serangan teror 9/11 yang dilakukan al-Qaeda di New York.

    Serangan teror 9/11 berujung pada dimulainya operasi militer AS di Afghanistan. Konflik di Afghanistan tersebut merupakan yang terpanjang dalam sejarah operasi militer AS.

    Konflik di Afghanistan masih berlanjut hingga kini. Pemerintah Afghanistan mengatakan, 12 ribu warga sipil telah terbunuh dalam berbagai aksi kekerasan sejak Februari lalu.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id