Turki: Rusia Akan Latihan Tembak di Mediterania

    Fajar Nugraha - 04 September 2020 11:06 WIB
    Turki: Rusia Akan Latihan Tembak di Mediterania
    Kapal perang Turki dalam sebuah manuver patroli. Foto: AFP
    Ankara: Turki mengumumkan bahwa Rusia akan mengadakan latihan angkatan laut di Mediterania timur. Pengumuman dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Turki dan Yunani, serta Siprus atas hak untuk mencari sumber daya energi di wilayah tersebut.

    Pemberitahuan navigasi yang dikeluarkan Rabu malam mengatakan latihan Rusia akan berlangsung pada 8-22 September dan 17-25 September di daerah Mediterania di mana kapal penelitian seismik Turki beroperasi.

    Tidak ada komentar langsung dari Rusia tentang latihan itu, yang diumumkan Turki. Pengumuman juga dilakukan setelah AS mengatakan sebagian mencabut embargo senjata berusia 33 tahun terhadap Siprus yang terpecah secara etnis.

    Tidak jelas mengapa Turki yang menjadi anggota NATO akan mengumumkan latihan semacam itu atas nama Moskow, tetapi kedua negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir secara signifikan memperkuat hubungan militer, politik dan ekonomi mereka. Mereka berkoordinasi erat mengenai kehadiran militer mereka di Suriah, sementara Turki telah membeli rudal S-400 canggih Rusia dan telah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia di pantai selatannya.

    Turki telah bereaksi dengan marah atas tindakan AS yang dikatakan bertentangan dengan ‘semangat aliansi’ antara Washington dan Ankara. Ia juga memperingatkan bahwa itu akan merugikan upaya untuk menyatukan kembali Siprus, yang terbagi antara komunitas Siprus Turki dan Siprus Yunani. Pejabat Turki juga berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanan negara Turki yang dideklarasikan sendiri di utara pulau itu.

    Pengumuman Turki datang pada saat meningkatnya gesekan antara Turki di satu sisi dan Yunani dan Siprus di sisi lain mengenai hak eksplorasi energi lepas pantai. Kapal perang dari Yunani dan Turki telah saling membayangi dalam beberapa pekan terakhir karena kapal survei dan kapal bor Turki terus mencari hidrokarbon di perairan di mana Yunani dan Siprus mengklaim hak ekonomi eksklusif.

    Di Athena, Juru Bicara Pemerintah Yunani Stelios Petsas mengatakan latihan Rusia yang direncanakan sedang "dipantau oleh semua negara di kawasan itu, serta sekutu NATO dan mitra Uni Eropa kami."

    Embargo AS, yang diberlakukan pada 1987, dirancang untuk mencegah perlombaan senjata yang akan menghalangi upaya reunifikasi yang difasilitasi PBB untuk Siprus. Ketentuan itu diarahkan ke selatan, bagian Siprus Yunani dari pulau itu, di mana pemerintah Siprus yang diakui secara internasional.

    Siprus terpecah pada tahun 1974 ketika Turki menginvasi setelah kudeta oleh pendukung persatuan dengan Yunani. Turki adalah satu-satunya negara yang mengakui deklarasi kemerdekaan Siprus Turki dan mempertahankan lebih dari 35.000 tentara di Siprus utara.
    Washington mengatakan pihaknya mencabut embargo senjata terhadap Siprus selama satu tahun -,dengan opsi pembaruan,- untuk membiarkannya mendapatkan peralatan yang tidak mematikan.

    Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Kamis bahwa pencabutan embargo akan menyebabkan kebuntuan.

    “Jika Anda mencabut embargo (Siprus Yunani yang dikelola Siprus) dan mencoba mengganggu keseimbangan dengan cara ini, ini akan membawa konflik, bukan perdamaian. Ini akan membuat jalan buntu, bukan solusi,” ujar Akar, seperti dikutip Arab News, Jumat 4 September 2020.

    Akar juga membidik Prancis, yang bergabung dengan Yunani dan Siprus untuk latihan militer di wilayah tersebut. Dia menuduh Prancis melakukan "penindasan, membuat klaim, dan memainkan peran sebagai malaikat pelindung."

    Rusia mempertahankan kehadiran angkatan laut yang cukup besar di Mediterania Timur dan secara teratur melakukan manuver angkatan laut di sana. Pengumuman latihan tembak langsung terbaru jelas bisa menjadi pesan dari Moskow bahwa itu tetap menjadi pemain regional utama yang pengaruhnya tidak akan berkurang oleh langkah embargo Washington.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id