Yordania Tahan Sejumlah Pejabat Tinggi atas Alasan Keamanan

    Willy Haryono - 04 April 2021 09:11 WIB
    Yordania Tahan Sejumlah Pejabat Tinggi atas Alasan Keamanan
    Pemandangan salah satu sudut kota Amman, Yordania pada 26 Februari 2021. (Khalil MAZRAAWI / AFP)



    Amman: Pemerintah Yordania telah menangkap sejumlah pejabat tinggi atas alasan "keamanan" negara, menurut laporan kantor berita Petra pada Sabtu kemarin. Basem Ibrahim Awadallah, orang kepercayaan raja yang menjadi Menteri Keuangan, dan juga Sharif Hassan bin Zaid yang merupakan anggota keluarga kerajaan, telah ditahan bersama beberapa tokoh lainnya.

    Menurut keterangan beberapa sumber, dilansir dari laman Gulf Today pada Minggu, 4 April 2021, penahanan dilakukan usai dilaksanakannya sejumlah pertemuan, yang kemudian dieksekusi "atas alasan keamanan."






    Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Yordania Mayor Jenderal Yousef Huneiti membantah klaim mengenai penahanan Pangeran Hamza bin Al-Hussein. Ia mengatakan sang pangeran telah diminta untuk menghentikan "gerakan dan aktivitas yang digunakan untuk menyerang" keamanan serta stabilitas Yordania.

    Ia mengatakan investigasi mengenai gerakan tersebut yang berujung pada penahanan Sharif Hassan bin Zaid serta Basem Ibrahim Awadallah dan beberapa tokoh lainnya.

    Huseiti menekankan bahwa semua langkah telah dilakukan sesuai dengan hukum, dan setelah dilakukannya investigasi komprehensif. Ia juga menegaskan bahwa "tidak ada satu orang pun yang berada di atas hukum."

    "Keamanan dan stabilitas Yordania berada di atas segala pertimbangan lainnya," kata Huneiti.

    Seorang sumber mengatakan, investigasi mengenai gerakan dan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan Yordania masih berlangsung.

    Mengenai rangkaian penangkapan ini, sejumlah negara sahabat telah mengungkapkan dukungannya. Dukungan datang dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan juga Dewan Kerja Sama Teluk.

    "Kerajaan (Arab Saudi) menyampaikan dukungan penuh terhadap semua keputusan yang diambil Raja Abdullah dan Putra Mahkota Pangeran Al Hussein bin Abdullah II untuk menjaga keamanan dan stabilitas," ujar keterangan dari pengadilan kerajaan Saudi.

    Baca:  Langgar Aturan Covid-19, Dua Menteri Yordania Mengundurkan Diri

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id