Roket Hantam Bandara di Irak, Seorang Pekerja AS Dilaporkan Tewas

    Fajar Nugraha - 16 Februari 2021 07:54 WIB
    Roket Hantam Bandara di Irak, Seorang Pekerja AS Dilaporkan Tewas
    Kerusakan yang disebabkan serangan roket di Arbil, Irak. Foto: AFP



    Arbil: Serangan roket menghantam Bandara Arbil di wilayah semi-otonom Kurdi di Irak. Seorang kontraktor sipil asal Amerika Serikat (AS) dikabarkan tewas dalam kejadian ini.

    Rincian mengenai masih diselidiki, tetapi koalisi pimpinan AS di Irak mengatakan bahwa seorang kontraktor sipil yang mendukung operasinya tewas dalam serangan roket di bagian tempat pasukannya beroperasi di Bandara Arbil. Seorang prajurit AS dan lima kontraktor lainnya juga terluka dalam insiden tersebut




    Juru Bicara untuk Combined Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR), Kolonel Angkatan Darat AS Wayne Marotto mengonfirmasi korban dalam sebuah Tweet di Twitter pada 15 Februari 2021.

    Video yang muncul di media sosial setelah serangan dimulai menunjukkan apa yang tampak seperti kebakaran besar di bandara tetapi tingkat kerusakannya tidak jelas saat ini. Juga tidak jelas apakah sistem Centurion Counter-Rocket, Artillery, Mortar (C-RAM) milik AS, atau pertahanan lainnya, digunakan dalam upaya untuk mencegat proyektil yang masuk.

    “Sejumlah roket ditembakkan ke arah Arbil dan pinggirannya sekitar pukul 9:30 malam waktu setempat dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut,” pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kurdi, seperti dikutip The Drive, Selasa 16 Februari 2021.

    “Setidaknya tiga mortir digunakan dalam serangan itu. Penyelidikan awal menunjukkan kemudian bahwa sisa-sisa proyektil yang mendarat di beberapa daerah berasal dari roket,” kata para pejabat.

    Kelompok militan yang didukung Iran Saraya Awliya Al Dam, atau Avengers of Blood Companies, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Bandara Arbil, yang dilaporkan hanya satu dari sejumlah situs yang terkena roket pada malam hari itu. Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa konsulat Tiongkok di Arbil juga diserang, di antara tempat-tempat lain, dengan seorang penjaga keamanan setempat terluka.

    Meskipun Saraya Awliya Al Dam mengatakan target utamanya malam ini adalah "pangkalan militer AS" di Arbil, ancaman juga diarahkan ke lebih banyak serangan ke Kurdistan Irak dan insiden itu terjadi di tengah sejumlah krisis geopolitik di negara itu.

    Roket-roket tersebut mulai jatuh satu jam setelah kelompok lain yang didukung Iran, Ashab Al Kahf, mengeluarkan pernyataan yang mengancam serangan terhadap Arbil, serta lokasi lain di Irak utara. Ancaman itu muncul dalam situasi kompleks yang berkembang di Irak utara, di mana intervensi Turki telah memicu kemarahan kelompok-kelompok Irak tertentu, termasuk Ashab Al Kahf, karena melanggar kedaulatan negara.

    Namun, intervensi itu menargetkan Partai Pekerja Kurdi, sebuah kelompok militan Kurdi yang lebih dikenal dengan akronim PKK, yang juga pernah berselisih dengan milisi yang didukung Iran di masa lalu. PKK baru-baru ini mengeksekusi 13 warga Turki yang disandera, termasuk personel militer dan agen intelijen. Mayat mereka ditemukan setelah Turki melancarkan kampanye baru melawan kelompok Kurdi pekan lalu.

    Pada saat yang sama, hubungan antara pihak berwenang di Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) semi-otonom memanas dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun belum dikonfirmasi, pejabat Kurdi di Irak dilaporkan mengatakan bahwa roket telah ditembakkan dari lokasi di provinsi Kirkuk, yang diserahkan KRG kepada otoritas pusat negara itu setelah bertempur pada 2017. KRG juga telah menjadi mitra lama AS yang penting di Irak.

    Pejabat keamanan mengatakan bandara Arbil ditutup dan penerbangan dihentikan karena masalah keamanan. Pada 30 September, enam roket Katyusha jatuh di dekat bandara Arbil, serangan yang dituduhkan oleh layanan kontraterorisme Kurdistan Irak pada kelompok milisi Syiah Irak yang didukung Iran.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id