Jaksa Haiti Dipecat usai Berusaha Dakwa PM Ariel Henry atas Pembunuhan

    Willy Haryono - 15 September 2021 10:26 WIB
    Jaksa Haiti Dipecat usai Berusaha Dakwa PM Ariel Henry atas Pembunuhan
    PM Haiti Ariel Henry dalam konferensi pers terkait gempa magnitudo 7,2 yang menewaskan lebih dari 300 orang, 14 Agustus 2021. (Reginald LOUISSAINT JR / AFP)



    Port-au-Prince: Kepala Kejaksaan Haiti Bed-Ford Claude dipecat oleh Perdana Menteri Ariel Henry terkait investigasi pembunuhan presiden Jovenel Moise. Pemecatan dilakukan satu hari usai Claude meminta hakim untuk melayangkan dakwaan kepada Henry atas dugaan keterlibatan dalam kematian Moise.

    Claude telah meminta hakim untuk mendakwa Henry atas pembunuhan, konspirasi melawan negara, dan perampokan bersenjata. Ia juga meminta agar PM Henry tidak dibolehkan untuk pergi ke luar negeri untuk sementara waktu.

     



    Baca:  Dituding Terlibat Pembunuhan, PM Haiti Dilarang Pergi ke Luar Negeri

    Dalam permohonan dakwaan, Claude mengatakan bahwa beberapa saat setelah Moise dibunuh, Henry berbicara dua kali dengan tersangka utama pembunuhan Moise, yakni mantan menteri hukum Joseph Felix Badio.

    "Ada cukup elemen bukti yang dapat digunakan untuk mendakwa perdana menteri, sesederhana itu," tulis Claude, dilansir dari laman The Week, Rabu, 15 September 2021.

    Badio, yang sudah dipecat dari unit anti-korupsi dua bulan sebelum pembunuhan Moise, tengah diburu polisi sejak Juli lalu.

    Moise tewas dibunuh sekelompok orang di rumahnya sendiri di Port-au-Prince pada 7 Juli lalu. Kematiannya memicu krisis politik dan ekonomi, yang diperparah guncangan gempa bumi di wilayah selatan Haiti di bulan Agustus.

    Beberapa sumber yang mengetahui aturan hukum di Haiti mengatakan bahwa seorang perdana menteri tidak berwenang untuk memecat jaksa. Menteri Hukum Haiti dikabarkan telah memerintahkan pengawalan ekstra bagi Claude yang diduga telah menerima sejumlah ancaman.
     
    Tim kejaksaan Haiti mengatakan bahwa catatan dari operator telepon, Digicel, mengonfirmasi bahwa Badio dan Henry berbicara dua kali secara singkat sebelum pembunuhan Moise.

    Data geolokasi juga memperlihatkan Badio, yang kini menghilang dan sedang dicari polisi, berbicara dari dekat lokasi pembunuhan. Belum lama ini, Henry mengecam adanya semacam "taktik perpecahan" untuk memicu "kebingungan" di tengah masyarakat, namun tidak secara spesifik membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id