Enam Guru Terkait Gulen Ditahan Turki, PBB Mengecam

    M Sholahadhin Azhar - 23 November 2020 18:40 WIB
    Enam Guru Terkait Gulen Ditahan Turki, PBB Mengecam
    Logo di markas besar PBB di New York, AS/AFP.
    Stockholm: Penahanan dan pengadilan terhadap enam guru Turki dikecam Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang (WGAD). Badan yang merupakan bagian dari Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) itu mengutuk kriminalisasi para guru yang ditangkap di Kosovo tersebut.

    "Dalam konteks pandemi korona global, kini ancaman yang ditimbulkan muncul di tempat penahanan, kami minta Turki mengambil tindakan segera guna memastikan pembebasan segera enam orang tersebut," demikian keterangan resmi WGAD seperti dikutip dari Stockholmcf, Senin, 23 November 2020.

    Kahraman Demirez, Mustafa Erdem, Hasan Hüseyin Günakan, Yusuf Karabina, Osman Karakaya, dan Cihan Özkan, ditahan sejak 2018. Belakangan, mereka menghadapi pengadilan di Turki atas tudingan keterkaitan dengan Fethullah Gulen.

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menganggap Gulen sebagai otak kudeta dan melakukan represi terhadap semua elemen terkait. WGAD menganggap penangkapan dan pengadilan enam guru itu bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM). Ankara diminta segera membebeaskan mereka.

    Mereka ditangkap karena dianggap membantu pengikut Gulen kabur dari Turki. Seorang guru enam yang ditangkap telah menghadapi vonis delapan tahun penjara, sementara itu, lima lainnya dalam proses peradilan.

    WGAD mencatat, represi melalui penangkapan oleh otoritas Turki terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Mereka yang jadi sasasran adalah warga Turki yang dituding terkait dengan gerakan Gulen.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id