Afsel Umumkan Lockdown Terbesar di Benua Afrika

    Willy Haryono - 24 Maret 2020 13:25 WIB
    Afsel Umumkan <i>Lockdown</i> Terbesar di Benua Afrika
    Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. (Foto: AFP)
    Cape Town: Setelah terjadinya lonjakan tajam jumlah kasus virus korona (covid-19), Pemerintah Afrika Selatan akhirnya mengumumkan penutupan wilayah secara total atau lockdown untuk 21 hari ke depan. Kebijakan terbaru ini akan mulai diberlakukan pada Kamis 26 Maret 2020.

    Dikutip dari The Globe and Mail, Selasa 24 Maret 2020, lockdown di Afsel ini akan menjadi yang terbesar di seantero benua Afrika.

    Lockdown diterapkan secara dini di Afsel, yang saat ini mencatat sekitar 400 kasus terkonfirmasi covid-19 dengan nol kematian. Pemerintah Afsel mengakui bahwa jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 di negaranya memang relatif rendah, namun tetap ingin memberlakukan lockdown demi mengantisipasi lonjakan.

    Pemerintah Afsel meyakini bahwa berdasarkan tren global, ratusan ribu kasus covid-19 dapat masuk ke Afsel dalam hitungan pekan jika langkah-langkah pencegahan tidak segera dilakukan.

    "Langkah cepat diperlukan jika kita ingin menghindari bencana kemanusiaan di negara ini," tegas Presiden Afsel Cyril Ramaphosa dalam pidato nasional yang disiarkan di televisi pada Senin malam.

    "Ini merupakan keputusan yang harus diambil demi menyelamatkan jutaan warga Afsel serta orang-orang dari negara lain," lanjut dia.

    Ramaphosa menyadari bahwa lockdown berskala nasional dapat berdampak buruk bagi perekonomian. "Tapi jika kebijakan ini ditunda, maka harga nyawa yang harus dibayar akan jauh lebih tinggi lagi," ungkapnya.

    Pekan kemarin, Ramaphosa melarang semua perkumpulan massa yang melibatkan lebih dari 100 orang. Ia juga mengimbau semua orang untuk tetap berada di rumah.

    Namun banyak warga Afsel seolah mengabaikan imbauan tersebut, dan tetap berkumpul beramai-ramai di restoran dan juga gereja. Kelompok pekerja juga berangkat dari rumah ke kantor dengan menggunakan angkutan umum seperti biasa.

    Afsel melaporkan kasus pertama covid-19 pada 5 Maret, namun dalam beberapa hari terakhir jumlah infeksinya bertambah dua kali lipat setiap tiga hari. Jumlah kasusnya melompat 47 persen pada Senin kemarin, mencapai 402 kasus -- melampaui Mesir untuk angka tertinggi di benua Afrika.

    Sebagian besar kasus covid-19 di Afsel berasal dari orang yang datang dari Eropa atau Amerika Utara.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id