Israel Berhasil Vaksinasi Covid-19 Tapi Tak Sertakan Palestina

    Fajar Nugraha - 04 Januari 2021 18:09 WIB
    Israel Berhasil Vaksinasi Covid-19 Tapi Tak Sertakan Palestina
    Ilustrasi oleh AFP.
    Tel Aviv: Meski menerima pujian atas kecepatan peluncuran vaksinasi covid-19 di negara itu, Israel mengecualikan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza.

    Pengiriman dosis vaksin Pfizer-BioNtech ke seluruh negeri dengan cepat telah disuntuk ke lebih dari 800.000 orang, atau hampir 10 persen dari populasi menerima suntikan.

    “Kampanye vaksinasi Israel mencakup pemukim Yahudi yang tinggal jauh di dalam Tepi Barat, yang merupakan warga negara Israel, tetapi bukan 2,7 juta warga Palestina di wilayah itu,” The Guardian melaporkan, 4 Januari 2021.

    “Dengan tujuan Israel untuk memvaksinasi 25 persen dari sembilan juta penduduknya pada akhir bulan ini, Otoritas Palestina (PA) yang kekurangan dana perlu menunggu,” imbuh laporan itu.

    PA berharap mendapatkan vaksin melalui kemitraan yang dipimpin WHO dengan organisasi kemanusiaan yang dikenal sebagai COVAX. Inisiatif ini yang bertujuan untuk menyediakan vaksin gratis bagi sekitar 20 persen populasi negara-negara miskin, yang banyak diantaranya telah dilanda pandemi yang sangat parah.

    Masalah rumit adalah kenyataan bahwa Palestina hanya memiliki satu unit pendingin -,di kota Jericho,- yang mampu menyimpan vaksin Pfizer. Mereka termasuk di antara hampir 3 miliar orang di seluruh dunia yang kekurangan kapasitas pendinginan yang memadai dapat menjadi kendala utama.

    Dr. Ali Abed Rabbo, seorang pejabat senior kesehatan Palestina mengatakan bulan lalu bahwa PA berharap untuk memvaksinasi 20 persen populasi melalui COVAX, dimulai dengan petugas kesehatan.

    “Sisanya tergantung pembelian Palestina dari pasokan global, dan kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan,” kata Rabbo.

    Gerald Rockenschaub, kepala kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Palestina, mengatakan PA akan memberikan vaksin ke Gaza. Vaksin akan tiba dalam jumlah banyak dan itu akan terjadi pada kuartal pertama tahun ini dimana vaksin pertama harus mulai berdatangan.

    Sedangkan, puluhan ribu orang Palestina bekerja di Israel dan permukiman. Mereka berpotensi menularkan virus ke Israel yang belum divaksinasi, memperlambat jalur Israel menuju kekebalan kawanan, titik di mana virus tidak dapat lagi menyebar dengan mudah.

    Kelompok advokasi perawatan kesehatan, Physicians for Human Rights menyebutkan, Israel memiliki kewajiban hukum sebagai kekuatan pendudukan untuk membeli dan mendistribusikan vaksin ke Palestina. Dikatakan Israel juga harus memastikan bahwa vaksin yang tidak memenuhi pedoman keselamatannya sendiri -,seperti vaksin Rusia,- tidak didistribusikan di daerah yang dikendalikannya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id