Menteri Saudi Tegaskan Nuklir Salah Satu Opsi Hadapi Iran

    Willy Haryono - 18 November 2020 11:47 WIB
    Menteri Saudi Tegaskan Nuklir Salah Satu Opsi Hadapi Iran
    Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir . (Foto: AFP)
    Riyadh: Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa kerajaan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir jika untuk menghadapi ancaman Iran. Menurutnya, nuklir akan menjadi opsi jika Iran terkonfirmasi memiliki senjata semacam itu.

    Pernyataan disampaikan al-Jubeir dalam wawancara dengan kantor berita DPA asal Jerman, yang menegaskan bahwa senjata nuklir "tentu saja merupakan sebuah opsi" bagi Arab Saudi.

    "Arab Saudi sudah bersikap sangat jelas, bahwa segala cara akan dilakukan untuk melindungi keamanan masyarakat dan wilayah," kata al-Jubeir. Dilansir dari laman TOI pada Rabu, 18 November 2020, DPA menyebut bahwa wawancara dengan al-Jubeir dilakukan belum lama ini tanpa menyebutkan tanggalnya.

    Al-Jubeir mengatakan, jika Iran memiliki senjata nuklir, maka negara-negara lain akan mengikuti. Mengenai langkah selanjutnya, ia masih akan menanti sikap dan kebijakan dari pemerintahan baru Amerika Serikat pada awal tahun depan.

    "Kami akan menanti seperti apa kebijakan-kebijakan presiden terpilih Joe Biden nantinya," sebut al-Jubeir.

    Riyadh dan Teheran merupakan kekuatan regional yang bersaing memperebutkan hegemoni di Timur Tengah. Keduanya berseteru melalui berbagai proksi, salah satunya via perang di Yaman.

    Iran adalah pemimpin kekuatan Syiah di kawasan, dan terkait dengan beberapa grup seperti Hizbullah, rezim Suriah, dan sejumlah kelompok Palestina di Jalur Gaza.

    Arab Saudi menganggap kerajaannya sebagai pemimpin Sunni di Timur Tengah, yang bermitra dengan beberapa negara besar seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain -- dua negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

    Selain itu, Arab Saudi juga merupakan salah satu mitra utama AS di Timur Tengah, yang telah memediasi normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel.

    Mengenai isu nuklir, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Teheran siap kembali ke perjanjian 2015 jika Biden mencabut sejumlah sanksi terhadap Teheran begitu menjadi presiden AS.

    Baca:  Arab Saudi Minta Biden Tidak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id