Arab Saudi Minta Biden Tidak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

    Willy Haryono - 18 November 2020 07:27 WIB
    Arab Saudi Minta Biden Tidak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran
    Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)
    Riyadh: Pangeran Arab Saudi, Turki al-Faisal, mendorong presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk tidak bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran 2015. Di bawah kepemimpinan petahana Donald Trump, AS secara sepihak telah menarik diri dari perjanjian tersebut -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) -- pada Mei 2018.

    Dalam pernyataan kepada Dewan Nasional Hubungan AS-Arab, sebuah grup advokasi yang berbasis di Washington, Pangeran Turki memperingatkan bahwa potensi kembalinya AS ke JCPOA dapat dapat mengganggu stabilitas kawasan.

    JCPOA membatasi program nuklir Iran, dan sebagai gantinya, sejumlah sanksi ekonomi yang diterapkan kepada Teheran dilonggarkan atau dicabut.

    Biden telah berjanji akan bergabung ke JCPOA jika Iran juga kembali mematuhi poin-poin utama dalam perjanjian tersebut. Setelah Trump menarik diri dari JCPOA, Iran membalasnya dengan meningkatkan pengayaan uranium, bahan kimia yang dapat dijadikan senjata nuklir.

    Menurut Pangeran Turki, negosiasi komprehensif harus dilakukan terlebih dahulu sebelum adanya pengimplementasian kembali poin-poin JCPOA.

    "Walau kita semua menginginkan Iran kembali menjadi negara damai di tengah komunitas internasional, pengalaman 40 tahun terakhir bersama rezim Iran tidak menggembirakan," ujar Pangeran Turki, dikutip dari laman Middle East Eye pada Selasa, 17 November 2020.

    "Oleh karenanya, bergabung kembali dengan perjanjian tersebut dalam kondisi saat ini tidak akan membantu stabilitas kawasan," sambungnya.

    Ia menambahkan bahwa jika AS melonggarkan sanksi ekonomi Iran, maka langkah tersebut dapat dipandang sebagai sebuah "pemerasan" saat Washington mendiskusikan peran Iran dengan negara-negara seperti Irak dan Suriah.

    "Mengulur negosiasi adalah bagian dari strategi negosiasi Iran," sebut Pangeran Turki. "Presiden terpilih, jangan mengulangi kesalahan di masa lalu," pungkasnya.

    Baca:  Iran Tolak Negosiasi Nuklir Walau Biden Menang Pilpres

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id