8 Tewas dalam Serangan Rudal Houthi di Yaman

    Fajar Nugraha - 11 Juni 2021 11:32 WIB
    8 Tewas dalam Serangan Rudal Houthi di Yaman
    Pemberontak Houthi terus berupaya menguasai Yaman secara penuh. Foto: Anadolu



    Marib: Sedikitnya delapan orang tewas dalam ledakan yang mengguncang kota Marib, Yaman. Korban tewas dalam serangan rudal dan pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh pasukan pemberontak Houthi yang berusaha merebut wilayah yang kaya gas.

    Menteri Muammar al-Iryani menulis dalam sebuah posting Twitter bahwa Houthi menembakkan dua rudal balistik dan dua drone bersenjata dan telah menghantam sebuah masjid. Mereka juga mengarahkan serangan ke pusat komersial dan fasilitas pemasyarakatan wanita serta ambulans yang bergegas ke tempat kejadian.

     



    “Jumlah korban tewas awal pada delapan, termasuk wanita, dan mengatakan 27 orang telah terluka. Dua sumber medis mengatakan bahwa rumah sakit menerima lima orang tewas dan lebih dari 15 orang terluka,” ujar Al-Iryani dalam posting Twitternya, yang dikutip AFP, Jumat 11 Juni 2021.

    Tidak ada konfirmasi dari gerakan Houthi yang telah melancarkan serangan untuk merebut benteng terakhir pemerintah yang diakui secara internasional di utara negara Semenanjung Arab itu.

    Seorang juru bicara militer sebelumnya mengatakan kepada televisi Al Hadath bahwa rudal menghantam daerah perumahan dan pasar komersial. Dia mengatakan Houthi meluncurkan dua drone tetapi yang satu jatuh dan yang lainnya meledak di udara.

    "Ini adalah ledakan terkuat yang kami dengar di Marib dalam empat tahun," kata warga Abdulsalam Ghaleb.

    Awal Juni ini sedikitnya 17 orang tewas dalam ledakan di dekat sebuah pompa bensin di Marib. Pemerintah menyalahkannya pada rudal Houthi, tetapi kelompok itu mengatakan itu menghantam sebuah kamp militer. Baca selengkapnya

    "Eskalasi berbahaya (Kamis) ini menegaskan milisi teroris Houthi tidak memahami bahasa dialog dan tidak percaya pada perdamaian," kata Iryani, merujuk pada upaya perdamaian yang dipimpin PBB.

    Yaman telah terperosok dalam kekerasan sejak Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung Arab Saudi dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014. Perebutan itu mendorong koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk campur tangan beberapa bulan kemudian.

    Koalisi mengatakan pada Kamis bahwa mereka menghancurkan pesawat tak berawak Houthi yang ditembakkan ke arah selatan Arab Saudi. Televisi pemerintah melaporkan, serangan lintas perbatasan yang paling sering terjadi.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang didukung oleh Amerika Serikat, mendesak gencatan senjata dan agar Houthi mengakhiri serangan mereka di Marib. Wilayah itu menampung sekitar 1 juta pengungsi dalam negeri.

    Ia juga mendesak koalisi untuk mencabut pembatasan laut dan udara di daerah-daerah yang dikuasai oleh Houthi, yang mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

    Konflik, yang dilihat di kawasan itu sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran, telah menyebabkan apa yang dikatakan PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id