comscore

Milisi Pro-Iran Ejek Percobaan Pembunuhan terhadap PM Irak

Willy Haryono - 08 November 2021 06:58 WIB
Milisi Pro-Iran Ejek Percobaan Pembunuhan terhadap PM Irak
Demonstran anti-pemerintah membawa spanduk bergambar wajah PM Irak Mustafa al-Kadhimi di Baghdad, 5 November 2021. (Ahmad AL-RUBAYE / AFP)
Teheran: Milisi Irak berhaluan pro-Iran merespons percobaan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dengan ejekan. Sabtu kemarin, rumah PM al-Kadhimi di Baghdad diserang tiga pesawat nirawak (drone) yang dipasangi bahan peledak.

Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, dua dari tiga drone berhasil ditembak jatuh, sementara satu lainnya memicu kerusakan rumah PM al-Kadhimi dan melukai beberapa pengawalnya.
Serangan terjadi di tengah gelombang aksi unjuk rasa sekelompok milisi terhadap hasil pemilihan umum parlemen Irak bulan lalu.

Dilansir dari The New Arab, Minggu, 7 November 2021, para milisi pro-Iran di Irak membantah terlibat dalam serangan di rumah PM al-Kadhimi. Melalui Telegram, mereka justru melayangkan ejekan dan cemoohan terkait percobaan pembunuhan tersebut.

Abu Ali al-Askari, komandan senior grup milisi pro-Iran Kataeb Hezbollah, mengatakan via Telegram bahwa ada cara yang "lebih murah dan aman" untuk membunuh seorang perdana menteri.

Baca:  Turki Kecam Serangan Teror di Rumah PM Irak Mustafa al-Kadhimi

"Menurut informasi yang kami dapat, tidak ada satu pun orang di Irak yang ingin kehilangan drone untuk menyerang rumah mantan perdana menteri," sebut al-Askari tanpa mengelaborasi, menurut laporan media Rudaw.

Para milisi pro-Iran di Irak sebelumnya telah beberapa kali menggunakan drone dan roket dalam menyerang markas militer tempat hadirnya pasukan Amerika Serikat.

Rudaw juga melaporkan bahwa Mohammed al-Rubaie, juru bicara sayap politik grup milisi Asa'ib Ahl al-Haq, mendeskripsikan percobaan pembunuhan terhadap PM al-Kadhimi sebagai "akal-akalan" pemerintah.

"Saya yakin itu hanya ledakan yang dibuat-buat, dengan tujuan untuk menutup kejahatan-kejahatan terdahulu dan mengobarkan opini publik," tulisnya via Twitter.

Di Telegram, situs berita Sabereen yang dekat dengan grup milisi pro-Iran Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), mengejek PM al-Kadhimi dengan menyebutkan sebagai seorang "martir yang masih hidup." Mereka juga merilis sebuah gambar gajah terbang, dengan menuliskan "Foto di saat drone hendak jatuh (ke rumah PM al-Kadhimi).

Sabereen kemudian mengklaim bahwa sejumlah foto drone yang dirilis Pemerintah Irak terkait serangan di rumah PM al-Kadhimi berasal dari peristiwa beberapa bulan lalu.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id