UEA dan Yordania Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

    Willy Haryono - 30 November 2020 08:00 WIB
    UEA dan Yordania Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran
    Mobil yang membawa Mohsen Fakhirzadeh diserang di desa Absard, Iran pada Jumat, 27 November 2020. (AFP/Khamenei.IR/Irib News Agency)
    Abu Dhabi: Uni Emirat Arab dan Yordania mengecam keras pembunuhan terhadap Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir ternama asal Iran, yang dituding Teheran dilakukan oleh Israel. UEA dan Yordania juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri dalam melakukan langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan.

    "Melihat situasi terkini di kawasan, UEA menyerukan semua pihak untuk menahan diri dalam upaya menghindari instabilitas serta meminimalisasi ancaman terhadap perdamaian," kata Kementerian Luar Negeri UEA di Abu Dhabi pada Minggu, 29 November 2020.

    Dilansir dari laman RT, UEA menyebut pembunuhan terhadap Fakhrizadeh sebagai aksi "keji" yang dapat memicu lebih banyak konflik di Timur Tengah. UEA menyerukan pihak-pihak terkait untuk berusaha maksimal dalam memastikan stabilitas di kawasan.

    Kemenlu Yordania juga menyampaikan kecaman dan seruan serupa. Jubir Kemenlu Yordania menekankan "pentingnya menggabungkan semua kekuatan dalam upaya menurunkan keterangan, mencegah eskalasi di kawasan, serta melindungi keamanan dan stabilitas."

    Baca:  Ayatollah Ali Khamenei Mengancam, Kedubes Israel Siaga Keamanan

    UEA telah menandatangani perjanjian historis dengan Israel yang dimediasi Amerika Serikat pada September lalu. Perjanjian itu akan membuat Abu Dhabi mendapatkan akses untuk membeli lebih banyak senjata dari Washington, yang semakin meningkatkan ketegangan dengan Iran.

    Iran telah bertekad melancarkan "balas dendam keras" atas pembunuhan Fakhrizadeh. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pihak-pihak lainnya menyerukan langkah menahan diri terhadap Teheran.

    Pada 2018, Israel mengklaim bahwa Fakhrizadeh pernah memimpin proyek pengembangan senjata nuklir bernama Amad. Namun selama ini Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka hanya mengembangkan nuklir untuk kepentingan damai.

    Agensi Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa program Amad telah berakhir di awal era 2000-an.

    Mobil yang membawa Fakhrizadeh diserang di Desa Absard, 60 km timur laut Teheran, pada Jumat sore. Saksi mata menyebutkan sebuah ledakan terjadi ketika kendaraan Fakhrizadeh melintas di jalan desa tersebut, yang kemudian diikuti penembakan.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id