comscore

Temui Mantan Musuh, Menlu Taliban Janjikan Perlindungan

M Sholahadhin Azhar - 11 Januari 2022 03:10 WIB
Temui Mantan Musuh, Menlu Taliban Janjikan Perlindungan
Taliban kembali menguasai Afghanistan pada Agusus 2021. (AFP)
Teheran: Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi bertemu dengan mantan musuh yakni Ahmad Massoud di Iran pada akhir pekan. Pertemuan dengan putra mendiang pemimpin perlawanan legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud itu untuk membujuknya kembali ke Afghanistan. 

Pasukan Lembah Panjshir Massoud memberikan perlawanan terakhir pada September untuk pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, beberapa minggu setelah pasukan pemerintah menyerah.

 



Dalam sebuah video yang diposting Senin oleh media pemerintah di Twitter, Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengatakan dia juga bertemu Ismail Khan, seorang panglima perang provinsi Herat yang menyerah kepada Taliban dan meninggalkan negara itu.

Baca: Taliban Tangkap Kritikus Terkemuka di Kabul

Taliban telah mengumumkan kepergian Muttaqi ke Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran tetapi tidak menyebutkan rencana untuk bertemu dengan para pemimpin di pengasingan.

“Kami bertemu komandan Ismail Khan dan Ahmad Massoud, dan warga Afghanistan lainnya di Iran, dan meyakinkan mereka bahwa siapa pun dapat datang ke Afghanistan dan hidup tanpa kekhawatiran apa pun,” kata Muttaqi dalam video tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa 11 Januari 2021.

“Ini rumah bagi semua, dan kami tidak menciptakan rasa tidak aman atau masalah lain bagi siapa pun. Semua orang bisa datang dengan bebas dan hidup,” ujar Muttaqi.

Lembah Panjshir terkenal dengan sosok pemimpinnya yang paling dihormati Ahmad Shah Massoud. Dia dikenal sebagai "Singa Panjshir," yang dibunuh pada 2001 oleh Al-Qaeda dua hari sebelum serangan 9/11.

Putranya sejak itu mengambil alih kepemimpinan, dan ada laporan tentang dia mengorganisir perlawanan dengan para pemimpin Afghanistan di pengasingan lainnya.

Front Perlawanan Nasional yang dipimpin Massoud telah berulang kali mengecam Taliban -,menyebutnya sebagai pemerintah tidak sah, - tetapi tampaknya tidak melakukan serangan fisik.

Ketika Ibu Kota Kabul jatuh ke tangan Taliban, Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu dengan banyak pejabat tinggi ketika Taliban mendekati Kabul. Tetapi beberapa pemimpin terkemuka lainnya tetap ada -- termasuk mantan kepala negara Hamid Karzai.

Taliban menjanjikan amnesti umum untuk semua lawan dan kritikus setelah mengambil alih, tetapi organisasi hak asasi mengatakan setidaknya 100 orang yang terkait dengan mantan rezim telah tewas sejak itu.

Seorang profesor universitas terkemuka Afghanistan dan kritikus terbuka terhadap Taliban ditangkap di Kabul pada akhir pekan setelah berulang kali berbicara di televisi menentang penguasa baru negara itu.

Kelompok Islam garis keras dengan cepat menindak perbedaan pendapat, dengan paksa membubarkan protes hak-hak perempuan dan secara singkat menahan beberapa wartawan Afghanistan.


(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id