comscore

Peneliti Afsel Sebut Varian Omicron Mampu Hindari Perlindungan Vaksin Pfizer

Marcheilla Ariesta - 08 Desember 2021 11:47 WIB
Peneliti Afsel Sebut Varian Omicron Mampu Hindari Perlindungan Vaksin Pfizer
Peneliti Afrika Selatan sebut varian Omicron bisa hindari vaksin Pfizer-Biontech. Foto: AFP
Johannesburg: Varian Omicron dari virus korona sebagian dapat menghindari perlindungan dari vaksin covid-19 Pfizer-BioNTech. Hal ini disampaikan kepala penelitian laboratorium di Africa Health Research Institute di Afrika Selatan.

Alex Sigal, seorang profesor di Institut Penelitian Kesehatan Afrika mengatakan, di Twitter ada 'penurunan yang sangat besar' dalam netralisasi varian Omicron relatif terhadap jenis covid-19 sebelumnya. 
Baca: Pakar AS: Varian Omicron Kemungkinan Tidak Parah Dibanding Delta.

Laboratorium menguji darah dari 12 orang yang telah divaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNTech, menurut sebuah manuskrip yang diunggah di situs web labnya.  Data awal dalam naskah belum ditinjau oleh sesama ilmuwan.

"Darah dari lima dari enam orang yang telah divaksinasi serta sebelumnya terinfeksi covid-19 masih menetralkan varian Omicron," kata naskah itu, dilansir dari The Globe and Mail, Rabu, 8 Desember 2021.

Menurut manuskrip tersebut, mereka mengamati penurunan 41 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir terhadap varian Omicron. Sigal mengatakan, bahwa angka tersebut kemungkinan akan disesuaikan setelah labnya melakukan lebih banyak eksperimen.

Sementara antibodi penawar merupakan indikator respons kekebalan tubuh, para ilmuwan percaya jenis sel lain seperti sel B dan sel T juga dirangsang oleh vaksin dan membantu melindungi dari efek virus korona.

Varian Omicron, pertama kali terdeteksi di Afrika selatan bulan lalu. Varian ini memicu alarm secara global akan lonjakan infeksi lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 November mengklasifikasikannya sebagai "varian yang menjadi perhatian". Namun, menurut WHO tidak ada bukti yang mendukung perlunya vaksin baru yang dirancang khusus untuk mengatasi varian Omicron dengan banyak mutasinya.

Belum ada data signifikan tentang bagaimana vaksin dari Moderna, Johnson & Johnson dan produsen obat lain bertahan terhadap varian baru. Semua produsen, termasuk Pfizer, diharapkan merilis data mereka sendiri dalam beberapa minggu.

Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci mengatakan, bukti awal menunjukkan bahwa varian Omicron dari virus korona kemungkinan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu parah.

Dia menambahkan, Amerika Serikat sedang melakukan tes sendiri untuk menentukan perlindungan vaksin saat ini terhadap varian dan mengharapkan hasilnya minggu depan.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id