comscore

Israel Serang Suriah, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Fajar Nugraha - 14 Mei 2022 07:27 WIB
Israel Serang Suriah, Lima Orang Dilaporkan Tewas
Jet tempur Israel masih kerap lakukan serangan udara ke Suriah. Foto: AFP.
Damaskus: Serangan udara Israel di Suriah tengah menewaskan lima orang termasuk seorang warga sipil. Hal ini dipastikan media pemerintah Suriah pada Jumat 13 Mei 2022.

"Musuh Israel melakukan serangan udara dengan semburan rudal. Mereka menargetkan beberapa titik di wilayah tengah," kata kantor berita resmi SANA, mengutip sumber militer, seperti dikutip AFP, Sabtu 14 Mei 2022.
"Agresi mengakibatkan kematian lima martir,” imbuhnya.

Ini mengutip sumber militer yang menambahkan bahwa tujuh orang terluka termasuk seorang anak, dan ada kerugian materi.

Pemantau perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa "empat tentara di kru pertahanan udara Pemerintah Suriah, termasuk seorang perwira berpangkat letnan, tewas."

Ia menambahkan bahwa tujuh tentara terluka.

“Pesawat-pesawat tempur Israel meluncurkan setidaknya delapan rudal ke depot senjata dan situs Iran di daerah Masyaf di Provinsi Hama,” kata Observatorium yang berbasis di Inggris, yang bergantung pada jaringan sumber yang luas di dalam Suriah.

Serangan terbaru menyusul satu pada 27 April yang, menurut Observatory, menewaskan 10 pejuang, di antaranya enam tentara Suriah, dalam serangan paling mematikan sejak awal 2022.

Dikatakan gudang amunisi dan beberapa posisi terkait dengan kehadiran militer Iran di Suriah termasuk di antara target. Media pemerintah di Suriah mengonfirmasi empat korban dalam serangan itu.

Tentara Israel mengatakan kepada AFP pada Jumat bahwa mereka tidak mengomentari laporan di media asing.

Sementara Israel jarang berkomentar mengenai serangan individu di Suriah, mereka mengakui peningkatan ratusan sejak 2011, menargetkan posisi pemerintah serta pasukan sekutu yang didukung Iran dan kelompok militan Syiah Hizbullah.

Militer Israel telah membela mereka seperlunya untuk mencegah musuh bebuyutannya Iran mendapatkan pijakan di depan pintunya.

Pada Maret, Korps Pengawal Revolusi Iran mengatakan bahwa serangan roket Israel telah menewaskan dua petugas Pengawal di Suriah.

Korps Pengawal Revolusi Islam adalah lengan ideologis militer Iran dan Pasukan elit Quds adalah lengan operasi asing Pengawal, yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh AS.

Iran mengatakan telah mengerahkan pasukannya di Suriah atas undangan Damaskus dan hanya sebagai penasihat.

Konflik di Suriah dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes damai dan meningkat untuk menarik kekuatan asing dan jihadis global. Ini telah menewaskan hampir 500.000 orang dan menelantarkan setengah dari populasi negara itu.

Intervensi militer Rusia dalam konflik Suriah pada tahun 2015 adalah yang mengubah momentum untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad, yang pasukannya pernah hanya menguasai seperlima dari negara itu.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id