comscore

Militer Israel Bunuh Warga Palestina Berusia 80 Tahun

Juven Martua Sitompul - 13 Januari 2022 06:23 WIB
Militer Israel Bunuh Warga Palestina Berusia 80 Tahun
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Tepi Barat: Seorang pria Palestina berusia 80 tahun, yang disebut oleh keluarganya sebagai warga negara Amerika Serikat (AS) ditemukan tewas setelah ditahan dan diborgol. Pria itu tewas dalam serangan Israel di sebuah desa di Tepi Barat, Palestina.

“Jenazah Omar Abdalmajeed As'ad ditemukan di Jiljilya pada Rabu dini hari dengan borgol masih di sekitar satu pergelangan tangan,” kata penduduk desa, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis 13 Januari 2022.
Militer Israel membenarkan bahwa mereka telah melakukan operasi semalam di desa itu, dan berdalih bahwa seorang warga Palestina "ditangkap setelah menolak pemeriksaan". Dikatakan dia masih hidup ketika tentara membebaskannya.

"Divisi Reserse Kriminal Polisi Militer sedang meninjau insiden itu, yang pada akhirnya temuan akan ditransfer ke Korps Advokat Jenderal Militer," ucap militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Kakak As'ad mengatakan, As'ad adalah warga negara Amerika, mantan penduduk Milwaukee, Wisconsin, yang telah tinggal di Amerika Serikat selama beberapa dekade dan kembali 10 tahun yang lalu. Kedutaan Besar AS menolak berkomentar.

Keluarga As'ad menunda pemakaman hingga Kamis untuk memungkinkan pemeriksaan mayat. Islam Abu Zaher, seorang dokter setempat yang mengatakan, dia telah mencoba menyadarkan As'ad tetapi tidak menemukan denyut nadi, mengatakan tidak ada tanda-tanda cedera yang jelas dan penyebab kematiannya tidak jelas.

"Ada kemungkinan dia mengalami serangan jantung atau semacam kepanikan," kata Abu Zaher, seraya mencatat bahwa As'ad sebelumnya telah menjalani operasi jantung terbuka dan kateterisasi jantung.

"Kita perlu melakukan otopsi,” imbuh Abu Zaher.

Kepala Dewan Desa Jiljilya Fouad Qattoum mengatakan, As'ad sedang kembali ke rumah setelah mengunjungi kerabatnya ketika tentara Israel menghentikan mobilnya, mengikatnya, menutup matanya dan membawanya pergi ke sebuah bangunan yang masih dalam pembangunan. Penduduk desa lainnya mengatakan dia melihat tentara Israel berjalan pergi dari As'ad sekitar pukul 3.00 pagi.

Jenazah As'ad ditemukan lebih dari satu jam kemudian, menurut penjual sayur Mamdouh Elaboud. Elaboud sendiri mengatakan dirinya ditahan selama 20 menit, lalu dibebaskan.

"Setelah tentara pergi, kami melihat seseorang di tanah. Dia berbaring telungkup di tanah dan ketika kami membalikkannya, kami menemukan seorang lelaki tua tanpa tanda-tanda kehidupan,” ujar Elaboud.

Dalam sebuah posting di halaman Facebook, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyalahkan pasukan Israel atas kematian pria itu, menyebutnya sebagai "kejahatan".

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Amnon Shefler mengatakan militer "akan menyelidiki peristiwa ini secara menyeluruh dan profesional, bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan protokol kami."

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id