Korban Covid-19 Hampir 2.000, Iran Tolak Bantuan Asing

    Arpan Rahman - 25 Maret 2020 12:15 WIB
    Korban Covid-19 Hampir 2.000, Iran Tolak Bantuan Asing
    Warga mengenakan masker saat beraktivitas di jalanan kota Teheran, Iran. (Foto: AFP)
    Teheran: Iran menolak bantuan "asing" terkait penanganan pandemi virus korona (covid-19). Penolakan disampaikan usai organisasi relawan Doctors Without Borders (MSF) menawarkan bantuan kepada Iran.

    Hingga hari ini, Rabu 25 Maret 2020, jumlah kasus covid-19 di Iran telah melampaui 24 ribu dengan 1.934 kematian dan 8.913 pasien sembuh.

    "Karena adanya mobilisasi nasional Iran terhadap virus (covid-19), dan juga penggunaan penuh kapasistas medis angkatan bersenjata, maka bantuan asing belum diperlukan saat ini," kata Alireza Vahabzadeh, penasihat menteri kesehatan Iran, seperti dilansir dari Al Jazeera.

    Minggu kemarin, MSF berencana mengirim tim beranggotakan 9 orang untuk membangun rumah sakit darurat dengan 50 tempat tidur. Kubu ultra konservatif di Iran mengecam rencana tersebut, dan menuduh para staf MSF sebagai "mata-mata."

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour sebelumnya melaporkan lonjakan 1.762 kasus baru covid-19 di Iran dalam 24 jam terakhir. Ia juga mengumumkan 122 kematian baru, yang membuat angkanya naik ke 1.934.

    MSF mengaku tidak mengerti mengapa otoritas Iran tiba-tiba membatalkan misi bantuan untuk menangani virus korona di Isfahan.

    "Kami terkejut saat mengetahui bahwa pengiriman tim kami dibatalkan," kata Michel-Olivier Lacharite, kepala tim respons krisis MSF. Ia mengklaim MSF telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Iran untuk penyaluran 50 unit tempat tidur medis.

    Lacharite mengatakan pihaknya siap mengirim bantuan ke Iran, ataupun negara-negara lain di kawasan Teluk.

    Iran mencatat angka kematian tertinggi kelima di dunia akibat covid-19 setelah Italia, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Spanyol. Berbeda dari negara-negara tersebut, Iran tidak menerapkan penutupan wilayah secara menyeluruh atau lockdown.

    Teheran hanya mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah untuk menekan penyebaran covid-19. Namun sebagian dari mereka mengabaikannya, dan bahkan memilih untuk merayakan masa liburan Tahun Baru Persia yang melibatkan banyak orang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id