Lawan Pendudukan, Aktivis Kembar Palestina Ditangkap Polisi Israel

    Marcheilla Ariesta - 07 Juni 2021 14:16 WIB
    Lawan Pendudukan, Aktivis Kembar Palestina Ditangkap Polisi Israel
    Aktivis kembar Palestina, Mona (kiri) dan Muhammad el-Kurd berpose di depan awak media usai dibebaskan otoritas Israel pada 6 Juni 2021. (Ahmad GHARABLI / AFP)



    Yerusalem: Polisi Israel telah menahan dua aktivis terkemuka Palestina. Kedua aktivis tersebut sangat vokal dalam menyerukan perlawanan atas ancaman pengusiran keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

    Mona el-Kurd ditahan pada Minggu pagi di rumahnya di wilayah pendudukan Israel. Pasukan keamanan juga merilis surat panggilan untuk saudara kembarnya, Muhammad, yang kemudian menyerahkan diri.

     



    "Mona el-Kurd diduga terlibat dalam kerusuhan dan insiden yang baru-baru ini terjadi di Sheikh Jarrah," kata kepolisian Israel, dilansir dari AFP, Senin, 7 Juni 2021.

    Wartawan AFP mengonfirmasi bahwa keduanya telah dibebaskan setelah sempat ditahan. "Kami bebas dan tidak takut. Mereka tidak bisa mengintimidasi kami," ucap Mohammad melalui akun Twitter-nya.

    "Ribuan warga Palestina masih dipenjara oleh pendudukan (Israel), termasuk Zuhair Rajaby dari Silwan. Kami yang kemarin sempat ditangkap hanyalah bagian kecil dari lautan pengorbanan mereka. Bebaskan mereka semua. #SaveSilwan #SaveSheikhJarrah," sambungnya.

    Pengacara keluarga el-Kurd, Nasser Odeh, mengatakan bahwa selama dalam tahanan, Mona diancam dan dipaksa polisi Israel untuk berhenti melakukan kegiatan membela Palestina. Ayah si kembar, Nabil el-Kurd, mengatakan bahwa kedua anaknya dilarang menemui pengacara selama proses interogasi.

    Ketika Mona meninggalkan tahanan, pasukan keamanan menggunakan granat kejut dan menembakkan peluru berlapis karet untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kantor polisi. Kelompok Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, 18 orang terluka dalam peristiwa pembubaran tersebut.

    Aksi protes terjadi selama bulan Ramadan di Sheikh Jarrah dalam memprotes rencana penggusuran. Masih selama Ramadan, ketegangan juga terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa usai pasukan Israel tiba-tiba menyerbu pada suatu malam.

    Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, merespons dua peristiwa ketegangan itu dengan meluncurkan roket ke arah Israel pada 10 Mei. Israel pun membalasnya dengan serangan udara, dan aksi pertempuran kedua kubu berlangsung selama 11 hari, sebelum akhirnya terhenti oleh perjanjian gencatan senjata.

    Baca:  Israel Tangkap Pemimpin Hamas di Tepi Barat

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id