Palestina Berencana Akhiri Semua Kesepakatan dengan Israel dan AS

    Willy Haryono - 20 Mei 2020 08:40 WIB
    Palestina Berencana Akhiri Semua Kesepakatan dengan Israel dan AS
    Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)
    Ramallah: Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa Otoritas Palestina (PA) akan mengakhiri semua perjanjian dan kesepakatan yang telah ditandatangani dengan Israel dan juga Amerika Serikat. Deklarasi ini merupakan respons Palestina terhadap rencana Israel mencaplok Tepi Barat.

    Pengumuman disampaikan Abbas dalam sebuah pertemuan di Ramallah. Namun, sejumlah sumber di Palestina mengatakan kepada kantor berita Haaretz, Rabu 20 Mei 2020, bahwa koordinasi dengan Israel tetap berlanjut.

    Seorang pejabat Palestina yang menghadiri pertemuan di Ramallah mengatakan bahwa Abbas berencana menghentikan koordinasi, namun belum sepenuhnya "menutup pintu." 

    Satu pejabat lainnya mengatakan bahwa meski Abbas berencana mengakhiri semuanya, segala bentuk langkah yang diambil PA tetap memerlukan koordinasi dengan Israel. Sebagai contoh, jika PA membutuhkan bantuan dari negara lain, maka mereka harus tetap berkoordinasi dengan Israel.

    Dalam pernyataannya, Abbas menegaskan bahwa PA berkomitmen untuk memerangi terorisme. Untuk melakukan hal tersebut, PA juga tetap membutuhkan koordinasi dengan Israel 

    Tadi kemarin, PA mengumumkan rencana memperketat pembatasan terkait virus korona (covid-19) selama perayaan Idulfitri. Jika semua perjanjian diakhiri sesuai keinginan Abbas, maka tanggung jawab memperketat aturan tersebut akan dilimpahkan ke Israel.

    Sebelumnya pada Februari lalu, Abbas juga telah mengumumkan pembatalan perjanjian dengan Israel. Kala itu, Abbas merespons "Perjanjian Abad Ini" yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang salah satu poinnya merujuk pada kemungkinan aneksasi oleh Israel.

    Meski Abbas menyatakan hendak mengakhiri semuanya pada Februari lalu, hingga saat ini semua perjanjian dengan Israel masih berlaku.

    Di AS, kandidat calon presiden Joe Biden menentang rencana pencaplokan Tepi Barat. "Saya tidak mendukung aneksasi (oleh Israel)," kata Biden dalam sebuah pertemuan virtual.

    Biden menekankan bahwa langkah sepihak hanya akan merusak kemungkinan terwujudnya Solusi Dua Negara (Two-State Solution). antara Israel dan Palestina. Meski berencana mengakhiri perjanjian, Abbas juga mengaku siap bernegosiasi dan mengakhiri konflik dengan Israel dengan berlandaskan Solusi Dua Negara.

    Ia juga mengaku siap menyambut pihak ketiga untuk mengawasi area perbatasan antar kedua negara.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id