comscore

Pemukim Yahudi Rebut Paksa Rumah Warga Palestina di Hebron

Fajar Nugraha - 14 Mei 2022 07:11 WIB
Pemukim Yahudi Rebut Paksa Rumah Warga Palestina di Hebron
Pemukim Israel yang membawa barang-barangnya menyerbu gedung tempat tinggal milik warga Palestina. Foto: Middle East Eye
Hebron: Pemukim Israel secara paksa merebut gedung milik warga Palestina di Hebron. Video menunjukkan pemukim membawa barang-barang mereka, termasuk kasur dan koper, saat mereka menyerbu gedung tempat tingga itu.

Puluhan pemukim Yahudi itu mengambil alih sebuah bangunan Palestina di Kota Tua Hebron pada Jumat 13 Mei 2022. Sementara di saat bersamaan tentara Israel memberikan perlindungan.
Issa Amro, direktur kelompok aktivis Youth Against Settlements yang berbasis di Hebron, menyebar tweet video adegan yang menunjukkan pemukim membawa barang-barang mereka, termasuk kasur dan koper, saat mereka menyerbu gedung tiga lantai itu.

“Bangunan itu milik warga Palestina lokal Walid al-Ja'abri, dan sedang menjalani renovasi pada saat pemukim Israel menyerbu masuk,” menurut kantor berita Wafa, seperti dikutip Middle East Eye, Sabtu 14 Mei 2022.

“Tentara Israel mengepung gedung itu untuk mencegah warga Palestina mendekati para pemukim,” menurut laporan Wafa.

Sekitar 700 pemukim Israel tinggal di pemukiman di jantung Hebron, di mana mereka dijaga oleh ribuan tentara dan polisi Israel. Sementara itu, ratusan rumah Palestina dibiarkan kosong karena pembatasan yang menguntungkan pemukim.

Hebron adalah rumah bagi lebih dari 200.000 warga Palestina.

Peace Now, sebuah LSM yang memantau perluasan pemukiman Israel, mengatakan bahwa "tidak masalah jika (bangunan itu) dibeli secara legal" oleh para pemukim, tetapi jika Menteri Pertahanan Benny Gantz mengizinkan mereka masuk, menurut Jerusalem Post.

Langkah untuk menduduki rumah Palestina di Hebron terjadi sehari setelah Israel memajukan rencana untuk membangun 4.427 unit rumah untuk pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

“Komite perencanaan tinggi administrasi sipil Israel -,otoritas yang menjalankan Tepi Barat yang diduduki,- menyetujui 2.791 unit dan dukungan awal untuk 1.636 lainnya,” menurut Peace Now.

Itu juga terjadi setelah pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel dalam serangan di desa Jenin di Tepi Barat yang Diduduki.

Hampir 700.000 orang Israel tinggal di pemukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang diduduki Israel secara ilegal selama perang 1967.

Sebuah laporan yang dirilis tahun lalu oleh kelompok hak asasi manusia Israel B'tselem menemukan bahwa pemerintah Israel telah menggunakan "kekerasan pemukim" sebagai alat utama dalam upayanya untuk merebut tanah Palestina di Tepi Barat yang Diduduki.

"Negara sepenuhnya mendukung dan membantu tindakan kekerasan ini, dan agennya terkadang berpartisipasi di dalamnya secara langsung," kata organisasi itu dalam laporannya.

"Dengan demikian, kekerasan pemukim adalah bentuk kebijakan pemerintah, dibantu dan didukung oleh otoritas resmi negara dengan partisipasi aktif mereka,” pungkas B’tselem.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id