comscore

Indonesia-Zimbabwe Sepakati Kerja Sama di Tiga Bidang Pertahanan

Fajar Nugraha - 29 Desember 2020 09:36 WIB
Indonesia-Zimbabwe Sepakati Kerja Sama di Tiga Bidang Pertahanan
Duta Besar RI untuk Zimbabwe, Juniarta Sastrawan menyerahkan surat konfirmasi beasiswa S2 dari Universitas Pertahanan ke perwira Zimbabwe. Foto: Dok.KBRI Harare.
Harare: Indonesia dan Zimbabwe membuka peluang penguatan kerja sama dalam bidang pertahanan. Indonesia mengajukan kerja sama pertahanan dalam tiga bidang penting.

Kementerian Pertahanan Republik Zimbabwe secara resmi telah menerima usulan Kementrian Pertahanan Republik Indonesia untuk menanda-tangani Letter of Intent (LoI) Between the Ministry of Defence of the Republic of Indonesia and the Ministry of Defence of the Republic of Zimbabwe on Bilateral Defence Cooperation.
“Alasan Pemerintah Indonesia mengajukan LoI ini adalah untuk dapat lebih melembagakan dan meningkatkan serta memperluas kerja sama bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dengan Zimbabwe yang selama ini telah berjalan dengan baik,” demikian disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Zimbabwe, Juniarta Sastrawan, dalam keterangan tertulis KBRI Harare, seperti dikutip Medcom.id, Selasa 29 Desember 2020.

Menurut Juniarta, Pemerintah Zimbabwe menyatakan mendukung sepenuhnya usulan Pemerintah Indonesia agar perjanjian kerja sama bilateral  bidang pertahanan tersebut difokuskan pada tiga kegiatan, yaitu:

Pertama, Exchange of visit of high ranking and operational level officials, kedua promotion of education and training cooperation dan yang ketiga adalah promotion of defence industry between the two countries. Lebih jauh disepakati bahwa di luar dari tiga fokus kegiatan di atas, kedua negara juga dapat mengembangkan kerja sama lainnya yang dipandang perlu.

“Saat ini kedua negara sedang membicarakan mengenai waktu penanda-tanganan LoI tersebut yang diharapkan dapat ditanda-tangani dalam tempo yang tidak terlalu lama, sehingga pada semester pertama 2021 perundingan perjanjian kerja sama bilateral bidang pertahanan antara Indonesia dengan Zimbabwe sudah dapat mulai dijadwalkan,” tuturnya.

Kegiatan kerja sama pendidikan dan pelatihan untuk bidang pertahanan ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi kedua negara, serta sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Zimbabwe. Dubes Juniarta menegaskan bahwa meskipun kedua negara belum memiliki perjanjian kerja sama bilateral bidang pertahanan, Universitas Pertahanan (UNHAN), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mulai memberikan bantun beasiswa S2 bagi para perwira dari Zimbabwe.

Pemerintah Zimbabwe sangat mengapresiasi bantuan Pemerintah Indonesia tersebut, khususnya dimana pada 2020 ini, untuk kedua kalinya UNHAN memberikan beasiswa S2 bagi empat orang perwira dari Zimbabwe National Army dan Zimbabwe Republic Police, untuk tahun ajaran 2020/2022.

Dengan akan dibentuknya pejanjian kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dengan Zimbabwe tersebut, niscaya kerja sama bidang pelatihan dan pendidikan bidang pertahanan akan terus dapat diperluas.

Dubes juga menekankan arti penting kegiatan kerja sama bidang pertahanan yang akan mempromosikan kerja sama industri pertahanan, dimana dalam jangka panjang kerja sama ini juga akan bermanfaat bagi perluasan dan peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara.

Hal ini dimungkinkan karena adanya kesediaan Pemerintah Zimbabwe melakukan counter purchase dengan ekspor hasil-hasil tambangnya untuk keperluan investasi atau impor dari Indonesia. Dengan demikian maka peluang  Indonesia untuk meningkatkan kerja sama bidang pertahahan yang sekaligus untuk memperluas kerja sama dibidang ekonomi akan terbuka untuk dikembangkan.

Tentunya dengan memanfaatkan implementasi African Continent Free Trade Area (AfCTA), melalui kerjasama industri pertahanan yang akan dibentuk, Indonesia dan Zimbabwe memiliki kesempatan untuk melakukan produksi bersama produk-produk PT PINDAD dan produk industri strategis Indonesia lainnya di Zimbabwe untuk memenuhi kebutuhan Zimbabwe dan juga untuk diekspor ke negara-negara di Kawasan Sub Sahara Afrika.

Disamping itu pembangunan infrastruktur sosial pascacovid-19 di Zimbabwe, juga akan dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk bekerjasama membangun fasilitas rumah sakit tentara di Zimbabwe yang juga nantinya akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di Zimbabwe.


(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id