Raja Yordania dan Pangeran Hamzah Terlihat Bersama usai Bersitegang

    Willy Haryono - 12 April 2021 06:00 WIB
    Raja Yordania dan Pangeran Hamzah Terlihat Bersama usai Bersitegang
    Keluarga kerajaan Yordania terlihat bersama dalam peringatan 100 tahun kemerdekaan negara pada Minggu, 11 April 2021. (THE ROYAL HASHEMITE COURT)



    Amman: Raja Yordania Abdullah II dan adiknya, Pangeran Hamzah bin Hussein, terlihat bersama dalam sebuah foto untuk kali pertama sejak terjadi ketegangan antar keduanya. Pekan kemarin, Pangeran Hamzah mengaku dijadikan tahanan rumah atas tuduhan berencana menggoyang stabilitas kerajaan.

    Pangeran Hamzah membantah tuduhan, sementara Raja Abdullah sempat mengaku "terkejut" saat menerima informasi dugaan rencana tersebut.






    Selang beberapa waktu, Raja Abdullah dan Pangeran Hamzah beserta beberapa tokoh lainnya terlihat bersama dalam sebuah seremoni pada Minggu, 11 April 2021. Dilansir dari laman BBC, keduanya diketahui menghadiri acara peringatan 100 tahun kemerdekaan Yordania.

    Beberapa foto lain di media sosial juga memperlihatkan jajaran anggota keluarga kerajaan Yordania meletakkan karangan bunga di memorial pahlawan perang.

    Ini merupakan kali pertama Pangeran Hamzah terlihat di hadapan publik bersama Raja Abdullah II sejak terjadinya krisis pekan kemarin.

    Baca:  Usai Mediasi, Pangeran Hamzah Nyatakan Setia kepada Raja Yordania

    Pada 3 April, Pangeran Hamzah merilis dua video ke BBC yang mengatakan bahwa dirinya telah dijadikan tahanan rumah. Pria 41 tahun itu mengatakan bahwa seorang pejabat senior memintanya untuk tidak keluar rumah atau berkomunikasi dengan siapapun.

    Dugaan penahanan rumah itu terjadi usai Pangeran Hamzah mengunjungi beberapa pemimpin suku di Yordania. Pertemuan tersebut dipandang sebagai bagian dari rencana menggoyang stabilitas kerajaan.

    Wakil Perdana Menteri Yordania Ayman Safadi mengatakan bahwa Pangeran Hamzah telah berhubungan dengan "sejumlah entitas asing" dan sudah diawasi pihak kerajaan selama beberapa waktu.

    Safadi menuding Pangeran Hamzah berusaha memobilisasi "para pemimpin suku untuk menentang pemerintah." Ia mengatakan otoritas Yordania berusaha membujuk sang pangeran agar tidak meneruskan rencananya, namun Pangeran Hamzah disebut "meresponsnya secara negatif."

    Mengenai dugaan menggoyang stabilitas negara ini, Safadi mengatakan 16 orang, termasuk seorang mantan penasihat raja, telah ditahan. Ia menyebut tidak ada satu pun personel militer dari ke-16 orang tersebut.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id